Jimmy Carter dan isteri dan anaknya pada tahun 1977. (The Guardian)
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Jimmy Carter, mantan Presiden AS ke-39 meninggal dunia di usia 100 tahun.
Pada masanya, Carter menghadapi berbagai tantangan dan berhasil melewati, mulai dari krisis ekonomi, penyanderaan di Iran, hingga invasi Soviet ke Afghanistan.
Dia dikenal sebagai perantara perdamaian di Timur Tengah dan seorang advokat yang tak kenal lelah memperjuangkan hak asasi manusia.
“Ayah saya adalah pahlawan, tidak hanya bagi saya tetapi juga bagi semua orang yang percaya pada perdamaian, hak asasi manusia, dan cinta tanpa pamrih,” kata Chip Carter, putra mantan presiden, dalam sebuah pernyataan.
“Saudara-saudara laki-laki, saudara perempuan, dan saya telah memperkenalkannya kepada seluruh dunia melalui kepercayaan yang sama. Dunia adalah keluarga kita karena cara ia mempersatukan orang-orang, dan kami berterima kasih atas penghormatan Anda terhadap kenangannya dengan terus menjalankan kepercayaan bersama ini.”
Carter telah menjalani serangkaian perawatan di rumah sakit, keluarganya mengatakan pada 18 Februari tahun lalu bahwa ia telah memilih untuk "menghabiskan sisa waktunya di rumah", dalam perawatan rumah sakit dan bersama orang-orang terkasih.
“Keputusan tersebut mendapat dukungan penuh dari keluarga dan tim medisnya,” kata pernyataan keluarga seperti dilansir The Guardian.
Istri Carter, Rosalynn Carter, meninggal November lalu di usia 96 tahun. Pasangan itu menikah pada tahun 1946.
Cucu tertua keluarga Carter, Jason Carter, mengatakan dalam sebuahwawancara media pada bulan Juni tahun ini bahwa mantan presiden tersebut tidak terjaga setiap hari tetapi “mengalami dunia sebaik yang ia bisa”.