Loading
Kaki Bengkak hingga Kesemutan Bisa Jadi Sinyal Gangguan Jantung dan Diabetes. (Freepik)
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Konsultan bedah vaskular dan endovaskular Aster RV Hospital India, Dr. A. Arun Kumar, mengungkapkan bahwa sejumlah perubahan pada kaki dapat menjadi tanda awal adanya gangguan kesehatan serius. Perubahan tersebut mencakup pembengkakan, rasa dingin, kram, kesemutan, hingga perubahan warna kulit yang kerap diabaikan oleh banyak orang.
1. Kaki Bengkak
Dalam keterangannya yang dikutip dari Hindustan Times, Dr. Kumar menjelaskan bahwa pembengkakan pada kaki, terutama di area telapak, betis, dan pergelangan, perlu diwaspadai. Kondisi ini dapat terjadi akibat penumpukan cairan di jaringan tubuh atau edema, yang sering berkaitan dengan gangguan aliran darah maupun limfa. Pembengkakan kaki dapat menjadi tanda gagal jantung, ketika jantung tidak mampu memompa darah secara optimal sehingga cairan menumpuk di bagian tubuh bawah akibat pengaruh gravitasi.
Selain itu, pembengkakan kaki juga dapat dikaitkan dengan bekuan darah di tungkai, penyakit ginjal, gagal ginjal, maupun gangguan hati seperti sirosis. Dr. Kumar menegaskan bahwa pembengkakan yang muncul secara mendadak, memburuk, atau disertai sesak napas memerlukan pemeriksaan medis segera.
2. Kaki Dingin
Kaki yang terus terasa dingin meskipun sudah dihangatkan juga patut dicermati. Menurut Dr. Kumar, kondisi ini bisa menjadi tanda penyakit arteri perifer, yaitu penyempitan pembuluh darah akibat penumpukan plak di arteri kaki. Penyakit ini tidak hanya mengurangi pasokan oksigen ke kaki, tetapi juga meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke. Penyempitan pembuluh darah dapat memperlambat aliran darah dan menyebabkan kram atau luka yang sulit sembuh. Risiko kondisi ini lebih tinggi pada penderita hipotiroidisme, anemia, serta perokok.
3. Kram Kaki
Kram kaki yang sering muncul pada malam hari juga tidak boleh diabaikan. Meski kram dapat terjadi akibat kelelahan, Dr. Kumar menyebut bahwa kram yang berulang bisa menandakan masalah serius, terutama jika berkaitan dengan dehidrasi, ketidakseimbangan elektrolit akibat efek samping obat, gangguan sirkulasi darah, atau masalah ginjal. Kram yang mengganggu secara terus-menerus sebaiknya diperiksakan untuk memastikan kondisi pembuluh darah dan saraf.
4. Perubahan Warna Kulit dan Luka Sulit Sembuh
Perubahan warna kulit pada kaki juga dapat menjadi petunjuk adanya gangguan sirkulasi. Kulit yang berubah menjadi cokelat kemerahan, keunguan, atau gelap dapat mengindikasikan dermatitis stasis vena, yang kerap dialami penderita insufisiensi vena kronis. Kondisi ini terjadi ketika darah menumpuk di vena yang rusak dan merembes ke jaringan kulit, meninggalkan endapan zat besi yang memicu perubahan warna. Selain itu, luka kecil di kaki yang tidak sembuh dalam waktu 7 hingga 10 hari, terutama pada orang lanjut usia, dapat menjadi tanda diabetes dan memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
5. Kaki Mati Rasa atau Kesemutan
Keluhan mati rasa dan kesemutan pada kaki juga patut diperhatikan. Meski terkadang disebabkan oleh kurang bergerak, keluhan yang berlangsung lama dapat mengarah pada neuropati diabetik. Dr. Kumar menjelaskan bahwa kadar gula darah yang tinggi dalam jangka panjang dapat merusak saraf dan memicu sensasi seperti ditusuk jarum. Kondisi ini tidak hanya berkaitan dengan diabetes, tetapi juga menjadi indikator meningkatnya risiko penyakit kardiovaskular.
6. Kemerahan pada Kaki
Sementara itu, kemerahan yang muncul secara tiba-tiba pada kaki dapat mengarah pada trombosis vena dalam atau deep vein thrombosis. Dr. Kumar menekankan bahwa kondisi ini merupakan keadaan darurat medis karena bekuan darah yang terbentuk dapat berpindah ke paru-paru dan berakibat fatal. Risiko trombosis vena dalam meningkat pada orang yang kurang bergerak dalam waktu lama, baru menjalani operasi, atau melakukan perjalanan jarak jauh.
Dr. Kumar seperti dilansir Antara, mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan perubahan kecil pada kaki, karena bagian tubuh ini dapat menjadi indikator awal berbagai penyakit serius. Pemeriksaan dini dinilai penting untuk mencegah komplikasi yang lebih berat.