Waspada Campak, Kemenkes Instruksikan RS Perkuat Skrining


 Waspada Campak, Kemenkes Instruksikan RS Perkuat Skrining Ilustrasi campak ANTARAfreepikcom

JAKARTA, ARAHKITA.COMKementerian Kesehatan Republik Indonesia mengeluarkan surat edaran (SE) tentang kewaspadaan terhadap Campak guna mengantisipasi potensi peningkatan kasus, terutama di kalangan tenaga medis dan tenaga kesehatan.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit, Andri Saguni, menyatakan bahwa SE tersebut telah didistribusikan secara luas ke seluruh fasilitas kesehatan di Indonesia.

“Surat edaran ini sudah tersebar luas, khususnya kepada tenaga medis dan tenaga kesehatan di seluruh Indonesia,” ujar Andri, Selasa (31/3/2026).

Melalui edaran tertanggal 27 Maret 2026 itu, Kemenkes meminta rumah sakit dan fasilitas layanan kesehatan memperkuat langkah pencegahan dini. Salah satunya dengan melakukan skrining pasien yang memiliki gejala campak atau riwayat kontak dengan penderita.

Skrining wajib dilakukan di berbagai titik layanan seperti pintu masuk rumah sakit, instalasi gawat darurat (IGD), rawat jalan, hingga rawat inap.

Selain itu, rumah sakit juga diminta menyiapkan ruang isolasi sesuai standar, menyediakan alat pelindung diri (APD) yang memadai, serta memastikan tenaga kesehatan mendapatkan waktu istirahat yang cukup.

“Kami juga meminta adanya mekanisme penanganan bagi tenaga medis yang terpapar, bergejala, atau terkonfirmasi campak,” jelas Andri.

Langkah lain yang ditekankan adalah penguatan pengawasan melalui tim pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI), unit kesehatan dan keselamatan kerja (K3RS), serta unit mutu dan keselamatan pasien.

Kemenkes juga mengingatkan pentingnya pemenuhan gizi seimbang dan suplementasi vitamin bagi tenaga medis untuk menjaga daya tahan tubuh.

Dengan diterbitkannya SE ini, pemerintah berharap seluruh fasilitas kesehatan dapat meningkatkan kesiapsiagaan dan menekan penyebaran campak secara optimal.

“Kita tentunya terus mengamati dan waspadai peningkatan kasus,” tutup Andri.

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Kesehatan Terbaru