Cara Aman Menangani Hewan Kurban agar Terhindar dari Infeksi Kulit


 Cara Aman Menangani Hewan Kurban agar Terhindar dari Infeksi Kulit Arsip Foto - Pekerja memotong daging kurban sapi di UPT Rumah Potong Hewan (RPH) Bayur, Kota Tangerang, Banten, Jumat (6/6/2025). ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/nym/am.

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Petugas penyembelihan hewan kurban saat Hari Raya Idul Adha diimbau lebih memperhatikan kebersihan dan perlindungan diri guna mencegah risiko infeksi kulit maupun penularan penyakit dari hewan.

Dermatolog dr. Arini Astasari Widodo, SM, Sp.DVE, FINSDV mengatakan aktivitas menyembelih hingga memotong daging kurban memiliki risiko paparan darah, cairan tubuh, dan kotoran hewan yang dapat memicu gangguan kesehatan kulit.

“Gunakan alat pelindung seperti sarung tangan tahan air atau sarung tangan kerja yang sesuai, sepatu bot, pakaian lengan panjang, dan hindari kontak langsung darah maupun cairan tubuh hewan dengan kulit terbuka,” kata dr. Arini, Jumat (22/5/2026).

Ia juga mengingatkan agar luka kecil di tangan ditutup terlebih dahulu menggunakan plester tahan air sebelum menangani hewan kurban.

Menurutnya, paparan cairan hewan tanpa perlindungan dapat menyebabkan iritasi kulit hingga memicu infeksi bakteri seperti impetigo, selulitis, folikulitis, dan abses kulit.

“Meski jarang, terdapat juga risiko zoonosis atau penyakit yang ditularkan dari hewan ke manusia, terutama bila terdapat luka terbuka pada kulit dan kebersihan tidak dijaga dengan baik,” ujarnya.

Dokter lulusan Universitas Indonesia itu menjelaskan bahwa lingkungan lembap akibat keringat dan kondisi kerja yang kurang higienis dapat meningkatkan risiko infeksi, terutama pada orang dengan kondisi kulit sensitif.

Karena itu, ia menyarankan petugas penyembelihan hewan kurban melakukan vaksinasi tetanus sebagai langkah perlindungan tambahan sebelum bertugas.

Selain itu, dr. Arini meminta petugas menghindari kebiasaan menyentuh wajah, mata, atau mulut saat bekerja untuk meminimalkan potensi infeksi.

Setelah proses penyembelihan selesai, petugas dianjurkan segera mencuci tangan dan membersihkan tubuh menggunakan sabun agar sisa darah maupun kotoran hewan tidak menempel terlalu lama di kulit.

Jika muncul iritasi akibat paparan darah atau kotoran hewan, area yang terdampak sebaiknya segera dicuci menggunakan air mengalir dan sabun lembut selama beberapa menit.

“Bila iritasi disertai kemerahan, gatal, atau rasa perih yang cukup berat, dapat diberikan krim anti-inflamasi ringan sesuai anjuran dokter,” kata dr. Arini.

Ia juga menjelaskan langkah pertolongan pertama jika terjadi luka sayatan saat proses pemotongan hewan kurban. Luka sebaiknya ditekan menggunakan kasa atau kain bersih untuk menghentikan pendarahan, lalu dibersihkan dengan air mengalir dan antiseptik ringan sebelum ditutup menggunakan perban steril.

Namun, apabila luka cukup dalam, perdarahan sulit berhenti, atau muncul tanda infeksi seperti bengkak, nanah, nyeri berat, hingga demam, korban disarankan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

 

 

Editor : M. Khairul

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Kesehatan Terbaru