Jumat, 16 Oktober 2026

Kenapa Ibu Hamil Lebih Sering Kencing? Ini Kata Dokter Urologi


 Kenapa Ibu Hamil Lebih Sering Kencing? Ini Kata Dokter Urologi Ibu hamil dan menyusui tidak direkomendasikan untuk mengikuti vaksinasi COVID-1

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Kondisi ibu hamil yang lebih sering buang air kecil hingga sulit menahan keinginan berkemih merupakan hal yang umum terjadi selama masa kehamilan. Hal ini dijelaskan oleh Dokter Spesialis Urologi Subspesialis Perempuan, Fungsional, dan Neurologi, Prof. Dr. Harrina Erlianti Rahardjo, Sp.U(K), Ph.D.

Menurutnya, perubahan ini terjadi karena adanya tekanan dari pertumbuhan janin di dalam rahim yang berada dekat dengan kandung kemih.

“Ada bayi di dalam rahim, ini membuat salah satu tekanan perut lebih membesar. Ada tekanan di kandung kemih sehingga bisa membuat mengompol,” ujar Prof. Rina dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (29/6/2026).

Seiring bertambahnya usia kehamilan, ukuran janin yang terus berkembang akan menekan kandung kemih. Kondisi ini membuat ibu hamil lebih mudah merasa ingin buang air kecil, bahkan dalam frekuensi yang lebih sering dari biasanya.

Selain faktor tekanan fisik, perubahan hormon selama kehamilan juga berperan dalam meningkatkan risiko gangguan pada saluran kemih.

“Sering terjadi pada perempuan hamil adalah infeksi saluran kemih karena perubahan hormon dan lain-lain,” jelasnya.

Infeksi saluran kemih (ISK) menjadi salah satu masalah kesehatan yang cukup sering dialami ibu hamil. Jika tidak ditangani dengan tepat, kondisi ini dapat menimbulkan ketidaknyamanan hingga komplikasi tertentu pada kehamilan.

Gejala yang sering muncul antara lain:

  • Sering ingin buang air kecil (anyang-anyangan)
  • Sulit menahan buang air kecil
  • Frekuensi berkemih sangat sering, bisa setiap 30–60 menit
  • Rasa tidak nyaman pada area kandung kemih

Prof. Rina juga menyoroti masih banyak ibu hamil yang menganggap gangguan berkemih sebagai kondisi normal, baik karena kehamilan maupun pasca persalinan. Padahal, kondisi tersebut bisa menjadi tanda adanya gangguan kandung kemih atau dasar panggul yang perlu diperiksa lebih lanjut.

Akibatnya, tidak sedikit pasien yang terlambat mendapatkan diagnosis dan penanganan medis yang sesuai.

Menurutnya, pemeriksaan sejak dini sangat penting untuk menentukan diagnosis yang tepat dan terapi yang sesuai dengan kondisi pasien. Dengan begitu, risiko komplikasi seperti infeksi saluran kemih pada masa kehamilan dapat diminimalkan.

Ibu hamil yang mengalami gejala seperti sulit menahan buang air kecil atau inkontinensia yang cukup parah disarankan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

Diagnosis yang akurat menjadi kunci utama dalam menentukan penanganan yang efektif dan meningkatkan kualitas kesehatan ibu selama kehamilan.

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Kesehatan Terbaru