Loading
Foto ilustrasi: pixabay.com
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Di Indonesia, sebagian orang masih menganggap aneh bahkan tabu untuk datang ke psikolog mau pun psikiater. Namun, kesadaran untuk mendapatkan bantuan sudah mulai tumbuh.
“Di kalangan kami anak-anak Gen Z, kesadaran untuk datang ke psikolog atau psikiater, saya rasa sudah banyak. Saya sendiri pernah melakukan itu. Namun, pada umumnya masyarakat kita masih menganggap enteng datang ke psikolog atau pun psikiater? Padahal langkah ini sangat penting dan bisa sangat membantu,” papar Keyla, mahasiswi semester akhir jurusan psikologi, universitas swasta di Jakarta, ketika ditanya pendapatnya tentang hal ini.
Nancy, ibu berusia 37 tahun, mengaku tidak pernah terpikir dalam hidupnya mendatangi psikiater. Tapi akhirnya dia menyerah membawa anaknya yang duduk di bangku SMP ke psikolog dan kemudian dirujuk ke psikiater. “Saya tidak pernah menyangka akan mengambil langkah ini. Dan memang sangat membantu, meski sejujurnya saya tidak bisa terbuka mengatakan pada teman dan keluarga besar bahwa anak saya mendapat bantuan dari psikiater,” paparnya.
Diandra putrinya yang berusia 15 tahun, menunjukkan tanda-tanda yang membuat Nancy gelisah. Menjadi mudah marah, lebih senang mengurung diri dalam kamar, enggan ke sekolah, dan semakin sulit diajak berkomunikasi. “Tapi kini setelah ke psikiater, kondisinya mulai membaik tuturnya.
Lalu, kapan sebenarnya seseorang butuh bantuan psikolog atau psikiater? Dikutip dari hudsonpsych.com, berikut tanda-tanda Anda atau pun anggota keluarga, teman, butuh bantuan psikiater.
Jika Anda mengalami salah satu atau beberapa tanda di atas, penting untuk mencari bantuan profesional. Seorang psikiater dapat menilai gejala yang Anda alami dan memberikan saran mengenai pengobatan terbaik.
Apa yang Diharapkan dari Psikiater?Saat Anda mengunjungi psikiater, mereka akan menilai gejala-gejala yang muncul untuk menentukan pengobatan terbaik. Mereka mungkin akan menanyakan berbagai pertanyaan tentang kesehatan mental pasien, seperti riwayat kesehatan, riwayat keluarga, dan obat apa pun yang mungkin sedang dipakai. Mereka mungkin juga menanyakan pertanyaan tentang gaya hidup, seperti pola makan, olahraga, dan kebiasaan tidur.
Selama proses penilaian, psikiater perlu kerja sama dari pasien agar bisa mengidentifikasi penyebab gejala yang dialami dengan benar. Mulai dari identifikasi potensi pemicu dan mengembangkan strategi untuk membantu mengelola kesehatan mental.
Psikiater mungkin juga akan merekomendasikan berbagai perawatan, seperti terapi perilaku kognitif (CBT), pengobatan, hingga perubahan gaya hidup. Penting untuk mendiskusikan kemungkinan pengobatan apa pun dengan psikiater Anda dan pastikan Anda merasa nyaman dengannya sebelum melanjutkan.
Manfaat Mengunjungi PsikiaterMengunjungi psikiater dapat memberikan sejumlah manfaat. Di antaranya sbb: