Riset Ungkap Keterhubungan dengan Diri Sendiri Jadi Kunci Kebahagiaan dan Kesehatan Mental


 Riset Ungkap Keterhubungan dengan Diri Sendiri Jadi Kunci Kebahagiaan dan Kesehatan Mental Ilustrasi Seseorang bahagia. ANTARA/Pexels

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam European Journal of Psychology mengungkap bahwa kemampuan seseorang untuk memahami, menerima, dan bertindak sesuai dengan kondisi batin dirinya berkaitan erat dengan tingkat kebahagiaan serta kesejahteraan psikologis yang lebih tinggi.

Penelitian ini diperkuat dengan pembahasan yang dikutip dari Psychology Today pada Jumat (5/6/2026), yang memperkenalkan konsep self-connection atau keterhubungan dengan diri sendiri. Konsep ini terdiri dari tiga elemen utama, yakni kesadaran terhadap kondisi internal, penerimaan tanpa menghakimi, serta keselarasan antara tindakan dan perasaan pribadi.

Para peneliti menjelaskan bahwa individu dengan tingkat self-connection yang baik cenderung memiliki kualitas hidup yang lebih positif.

"Individu yang memiliki tingkat self-connection lebih tinggi cenderung memiliki aktualisasi diri, vitalitas, harga diri, kemampuan menghadapi masalah, serta kesejahteraan subjektif yang lebih baik," demikian temuan dalam penelitian tersebut.

Meski kesadaran terhadap emosi dianggap penting, penelitian ini menegaskan bahwa hal itu tidak cukup. Seseorang juga perlu menerima kondisi emosionalnya dan menjadikannya sebagai dasar dalam pengambilan keputusan sehari-hari.

Konsep ini berkaitan erat dengan intuisi, yaitu respons spontan yang muncul sebelum proses berpikir rasional bekerja. Dalam teori dual process yang dikembangkan oleh peraih Nobel Daniel Kahneman, manusia memiliki dua sistem berpikir: sistem cepat yang intuitif dan sistem lambat yang analitis.

Penelitian menunjukkan bahwa meskipun keputusan sering kali didominasi logika, sistem intuitif tetap memainkan peran penting melalui pengalaman, memori emosional, dan pola yang terbentuk dari waktu ke waktu.

Sejumlah studi neurosains juga menemukan bahwa intuisi tidak hanya berasal dari pikiran, tetapi juga dipengaruhi sinyal tubuh. Sensasi seperti rasa nyaman, tegang, atau ringan dapat menjadi indikator penting dalam pengambilan keputusan.

Kemampuan mengenali sinyal tubuh ini dikenal sebagai interosepsi. Dalam penelitian terkontrol yang dipublikasikan di jurnal PLOS One pada 2022, latihan mindfulness selama tiga hari terbukti dapat meningkatkan kesadaran tubuh sekaligus menurunkan tingkat kecemasan peserta.

Para peneliti juga menegaskan bahwa keputusan yang selaras dengan nilai pribadi cenderung memberikan kepuasan hidup lebih tinggi dibandingkan keputusan yang dipengaruhi tekanan sosial.

"Keputusan yang sesuai dengan nilai diri sendiri cenderung menghasilkan kepuasan hidup yang lebih tinggi dibandingkan keputusan yang dipengaruhi ekspektasi eksternal," tulis para peneliti dalam temuan mereka.

Untuk meningkatkan kemampuan self-connection, peneliti menyarankan beberapa langkah sederhana. Di antaranya meluangkan waktu untuk merasakan respons tubuh sebelum mengambil keputusan, mencatat pengalaman intuitif dalam keseharian, serta menyediakan waktu tenang di pagi hari tanpa gangguan perangkat digital.

Kebiasaan tersebut diyakini dapat membantu seseorang lebih memahami dirinya sendiri, sehingga mampu mengambil keputusan yang lebih selaras dengan kebutuhan dan tujuan hidupnya.

Editor : M. Khairul

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Lifestyle Terbaru