Loading
Jam Gadang Kota Bukittinggi di momen pergantian waktu tahun baru 2026, Kamis (1/1) dinihari. Pemkot setempat bersama TNI-Polri meminta warga dan wisatawan tidak menggelar pesta tahun baru untuk menunjukkan empati terkait bencana hidrometeorologi yang terjadi di Sumatera Barat. ANTARA/Al Fatah.
BUKITTINGGI, ARAHKITA.COM — Pergantian tahun 2025 di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, berlangsung tanpa pesta kembang api di kawasan ikon wisata Jam Gadang. Keputusan ini menjadi wujud empati masyarakat terhadap bencana alam yang masih melanda sejumlah wilayah di Sumbar.
Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias menyampaikan bahwa sejak jauh hari pemerintah kota telah mengimbau warga dan wisatawan untuk tidak menggelar perayaan berlebihan. Imbauan tersebut ditegaskan kembali melalui edaran resmi yang disosialisasikan menjelang malam pergantian tahun.
“Sejak awal kami minta tidak ada pesta tahun baru di Bukittinggi. Alhamdulillah masyarakat mendengarkan. Walaupun kawasan tetap ramai, tidak ada kembang api di pelataran Jam Gadang,” ujar Ramlan saat memantau situasi bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kamis (1/1/2025) dini hari.
Baca juga:
Solidaritas untuk Sumatera, Plaza Indonesia dan Grand Indonesia Sambut 2026 Tanpa Kembang ApiKebijakan tanpa pesta ini merupakan kesepakatan Pemerintah Kota Bukittinggi bersama TNI dan Polri sebagai bentuk solidaritas terhadap daerah terdampak bencana. Hingga awal tahun ini, longsor susulan masih terjadi di beberapa wilayah, termasuk di Maninjau, Kabupaten Agam—daerah yang bertetangga langsung dengan Bukittinggi dan menjadi salah satu wilayah terdampak terparah.
Menurut Ramlan, kepatuhan masyarakat menunjukkan kuatnya rasa kepedulian sosial warga Bukittinggi terhadap sesama di Sumatera Barat. Aparat gabungan juga melakukan patroli serta pengalihan arus lalu lintas menuju Jam Gadang untuk menghindari penumpukan massa dan memastikan tidak ada perayaan berlebihan.
Meski tanpa hiburan dan pesta kembang api, kawasan Jam Gadang tetap dipadati pengunjung. Arus kedatangan warga dan wisatawan sudah terlihat sejak malam hari hingga menjelang detik-detik pergantian tahun. Suasana ramai tetap terasa seperti tahun-tahun sebelumnya.
“Jumlah pengunjung tidak jauh berbeda dari tahun lalu. Bukittinggi memang bergantung pada sektor pariwisata,” kata Ramlan. Aktivitas pengunjung didominasi dengan berkumpul bersama keluarga, berswafoto, dan menunggu pergantian tahun secara sederhana.
Ia pun berharap tahun baru membawa semangat kebersamaan dan keselamatan bagi seluruh masyarakat. “Selamat tahun baru. Semoga kita semua dijauhkan dari bencana,” tutupnya dikutip Antara.