BBMKG Keluarkan Peringatan Dini Gelombang Tinggi di Perairan Bali hingga 4 Meter


  • Kamis, 08 Januari 2026 | 18:15
  • | News
 BBMKG Keluarkan Peringatan Dini Gelombang Tinggi di Perairan Bali hingga 4 Meter Arsip foto - Warga menikmati suasana pesisir saat ombak keras di Pantai Pabean, Gianyar, Bali, Minggu (4/1/2026). ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

DENPASAR, ARAHKITA.COM — Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi di sejumlah perairan Bali. Gelombang laut diperkirakan dapat mencapai ketinggian hingga empat meter dan berpeluang terjadi pada 9–12 Januari 2026.Kepala BBMKG Wilayah III, Cahyo Nugroho, menjelaskan bahwa kondisi tersebut dipicu oleh pola angin yang cukup kuat di perairan selatan Bali. Angin bergerak dari arah barat daya hingga barat laut dengan kecepatan mencapai 30 knot atau sekitar 55 kilometer per jam.

“Pola angin ini berkontribusi langsung terhadap peningkatan tinggi gelombang di wilayah perairan selatan Bali,” ujar Cahyo di Denpasar, Kamis (8/1/2026).

BBMKG mencatat, wilayah perairan yang berpotensi mengalami gelombang setinggi hingga empat meter meliputi Selat Bali bagian selatan, perairan selatan Bali, serta Selat Lombok bagian selatan. Selain itu, kondisi angin kencang juga terpantau di perairan utara Bali dengan kecepatan serupa, sehingga memicu gelombang laut setinggi 2,5 meter di perairan utara Bali, Selat Badung, dan Selat Lombok bagian utara.

Sebagai informasi, Selat Bali merupakan jalur vital penyeberangan Bali–Jawa, sementara Selat Lombok menghubungkan Bali–Lombok. Adapun Selat Badung dikenal sebagai jalur penting aktivitas nelayan, pariwisata, serta penyeberangan menuju Pulau Nusa Penida di Kabupaten Klungkung. Jalur ini juga menjadi penghubung pelayaran dari Denpasar ke wilayah Indonesia bagian timur.

Sementara itu, perairan selatan Bali banyak digunakan sebagai jalur operasional kapal perikanan tangkap, sehingga peningkatan gelombang laut dinilai berisiko terhadap keselamatan aktivitas maritim.

BMKG mengimbau seluruh pelaku pelayaran untuk meningkatkan kewaspadaan. Pengguna perahu nelayan disarankan menghindari pelayaran saat kecepatan angin melebihi 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter. Operator kapal tongkang diminta waspada pada kecepatan angin 16 knot dengan gelombang 1,5 meter, sedangkan kapal feri diingatkan berhati-hati ketika angin mencapai 21 knot dan tinggi gelombang menyentuh 2,5 meter.

Masyarakat dan pelaku aktivitas laut diharapkan rutin memantau informasi cuaca terkini melalui laman resmi bbmkg3.bmkg.go.id, kanal cuaca maritim maritim.bmkg.go.id, akun Instagram @bmkgbali, serta aplikasi InfoBMKG.

 

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru