Loading
Jelajahi kelezatan kuliner Nusantara favorit Bung Karno di Festival Rasa Nusantara. (Foto: Jasmine Rafika Salwa)
DI BALIK orasi-orasinya yang membakar semangat, Sang Proklamator, Bung Karno, ternyata menyimpan kecintaan mendalam terhadap kesederhanaan rasa di atas piring. Bagi Bung Karno, makanan bukan sekadar pengisi perut, melainkan obat rindu saat ia harus menjalani hari-hari sulit di pengasingan.
Memori rasa inilah yang dihidupkan kembali dalam festival kuliner bertajuk "Rasa Nusantara ala Bung Karno" yang memadati kawasan Monas, Jakarta, akhir pekan lalu. Festival ini sukses menyulap jantung ibu kota menjadi surga makanan yang membawa pengunjung berkelana dari Sabang hingga Merauke.
Begitu memasuki area festival, aroma gurih dari Soto Betawi langsung menyambut. Hidangan ini konon menjadi salah satu kegemaran Bung Karno berkat kuah santannya yang kental dan kaya rempah. Bergeser sedikit, pengunjung akan menemukan Rendang Minang dengan tekstur daging yang lembut dan aroma jahe yang kuat—sebuah hidangan yang pernah dijuluki Bung Karno sebagai "penawar rindu tanah air".
Lidah pengunjung juga dimanjakan dengan keotentikan Rawon Jawa Timur yang kuah hitam pekatnya berasal dari kluwek pilihan, hingga segarnya Pempek Palembang dengan siraman cuko yang pas antara asam dan manis.
Chef Rina Andriani, kurator acara tersebut, menekankan bahwa festival ini lebih dari sekadar urusan makan-makan. Ia mengingatkan kembali pesan mendalam dari Sang Fajar: "Bung Karno pernah berkata bahwa makanan adalah jembatan persatuan bangsa." Melalui setiap suapan, kita tidak hanya menikmati kelezatan, tetapi juga merayakan keberagaman yang menyatukan Indonesia.
Tim Peliput:
Jasmine Rafika Salwa (44232027)Mahameru Raffi Saputra (44232050)