Loading
Ilustrasi monorel. (Antara)
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Pemerintah Provinsi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah merancang pembangunan monorel yang akan menghubungkan kawasan Taman Margasatwa Ragunan hingga Setu Babakan, Jakarta Selatan. Proyek ini disiapkan sebagai solusi transportasi ramah lingkungan sekaligus penopang kawasan wisata dan budaya.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyampaikan bahwa monorel dirancang untuk menjadi moda utama menuju Ragunan. Jika terealisasi, pengunjung diharapkan tidak lagi mengandalkan kendaraan pribadi yang kerap memicu kemacetan dan kepadatan area parkir.
Menurutnya, penggunaan monorel akan memberi dampak positif bagi lingkungan, khususnya di kawasan konservasi satwa. Minimnya polusi suara dan emisi dinilai dapat menjaga kenyamanan hewan di Ragunan, sekaligus mengurangi jejak karbon dari aktivitas wisata perkotaan.
Baca juga:
Wisata Murah Meriah di Setu BabakanTak hanya itu, kehadiran monorel juga ditujukan untuk mengurai kepadatan akses menuju Setu Babakan, yang selama ini dikenal memiliki ruas jalan terbatas. Lonjakan pengunjung pada akhir pekan dan hari libur kerap memicu kemacetan panjang di kawasan tersebut.
“Setu Babakan punya potensi besar sebagai destinasi budaya, tapi infrastrukturnya memang perlu solusi jangka panjang. Transportasi massal menjadi kunci agar kawasan ini tetap nyaman bagi warga dan pengunjung,” ujar Rano dikutip Antara.
Saat ini, Pemprov DKI masih menyusun desain dan kajian teknis pembangunan monorel secara bertahap. Proyek ini dirancang sejalan dengan pengembangan Setu Babakan sebagai pusat pelestarian budaya Betawi, termasuk rencana menghadirkan lembaga pendidikan berbasis kajian Jakarta dan kebudayaannya.
Di sisi lain, pengelola Ragunan bersama Pemprov DKI juga tengah menyiapkan masterplan revitalisasi kawasan yang ditargetkan mulai berjalan pada 2027. Revitalisasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas layanan publik, kenyamanan pengunjung, serta keberlanjutan kawasan wisata edukatif di Jakarta Selatan.