Selasa, 20 Januari 2026

Gubernur Pramono Ungkap Penyebab Jakarta Masih Banjir Meski OMC Dijalankan


  • Senin, 19 Januari 2026 | 20:45
  • | News
 Gubernur Pramono Ungkap Penyebab Jakarta Masih Banjir Meski OMC Dijalankan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat dijumpai di kawasan Jakarta Pusat. (Antara)

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo membeberkan alasan Jakarta masih dilanda banjir meski Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) telah dilakukan. Menurutnya, banjir tak sepenuhnya bisa dihindari karena prakiraan cuaca yang meleset dari prediksi awal.

Pramono menjelaskan, berdasarkan perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), curah hujan pada Sabtu (17/1/2026) diperkirakan tidak terlalu tinggi sehingga OMC belum dijalankan pada hari tersebut. Namun realisasinya, hujan turun dengan intensitas sangat tinggi.

“Perkiraan kami saat itu curah hujannya tidak setinggi itu. Ternyata hujan yang turun sangat deras dan di luar prediksi awal,” ujar Pramono saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Senin (19/1/2026).

Ia mengungkapkan, curah hujan yang mengguyur Jakarta pada hari Sabtu bahkan mencapai 260 hingga 280 milimeter, angka yang tergolong ekstrem. Kondisi itu mendorong Pemprov DKI untuk segera menggelar OMC pada keesokan harinya.

“Begitu melihat kondisi hujan seperti itu, saya langsung minta OMC dilakukan hari Minggu. Bahkan sampai tiga kali penerbangan karena awan sudah sangat pekat sejak siang,” jelasnya seperti dikutip dari Antara.

Pramono menegaskan, tanpa pelaksanaan OMC pada Minggu (18/1), banjir diyakini akan berdampak lebih luas di wilayah Jakarta. Berkat intervensi cuaca tersebut, genangan air dapat ditekan dan tidak meluas.

“Alhamdulillah, per pagi tadi wilayah terdampak sudah jauh berkurang. Tercatat tinggal 33 RW yang sempat terdampak,” kata Pramono.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji menyatakan, durasi hujan yang panjang pada hari ketiga pelaksanaan OMC membuat genangan di sejumlah titik tidak sepenuhnya bisa dihindari.

“Hujan berlangsung cukup lama, sehingga beberapa genangan tetap muncul meski upaya OMC sudah dilakukan,” ujar Isnawa.

Ia menambahkan, BPBD DKI Jakarta bersama BMKG, TNI Angkatan Udara, dan PT Rekayasa Atmosphere Indonesia terus melakukan evaluasi harian guna menentukan lokasi dan waktu penyemaian awan yang paling efektif sesuai kondisi atmosfer terkini.

Diketahui, pada Minggu (18/1), OMC dilakukan melalui tiga sorti penerbangan pesawat CASA A-2105 dari Bandara Halim Perdanakusuma. Penyemaian awan dilakukan di wilayah perairan Selat Sunda, Ujung Kulon, hingga daratan Kabupaten Serang dan Tangerang, dengan menggunakan bahan semai Natrium Klorida (NaCl) dan Kalsium Oksida (CaO).

OMC sendiri telah berlangsung sejak 15 Januari 2026 dan direncanakan akan terus dilakukan hingga 20 Januari 2026 sebagai langkah mitigasi risiko banjir di Jakarta dan sekitarnya.

Editor : M. Khairul

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru