Kamis, 05 Februari 2026

Bertemu Tokoh Islam, Prabowo Dorong LPDU Kelola Dana Umat Lebih Profesional


  • Selasa, 03 Februari 2026 | 23:30
  • | News
 Bertemu Tokoh Islam, Prabowo Dorong LPDU Kelola Dana Umat Lebih Profesional Menteri Agama Nasaruddin Umar (kanan) memberikan keterangan pers kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/2/2026). ANTARA/Cahya Sari

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Presiden Prabowo Subianto menggelar dialog khusus dengan pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam dan sejumlah kiai di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (3/2/2026). Dalam pertemuan itu, Presiden memaparkan dua agenda besar, yakni rencana pembangunan Kampung Haji Indonesia di Arab Saudi serta penguatan peran Lembaga Pemberdayaan Dana Umat (LPDU).

Menteri Agama Nasaruddin Umar yang turut hadir menyebut Presiden memberikan penjelasan cukup rinci mengenai konsep Kampung Haji. Menurutnya, Indonesia mendapat kesempatan istimewa untuk memiliki properti di Makkah dan Madinah berkat hubungan baik antara Presiden Prabowo dengan Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman.

Ia menjelaskan, lahan yang disiapkan untuk proyek tersebut mencapai sekitar 60 hektare dan berada di radius satu hingga tiga kilometer dari Ka’bah. Kawasan itu nantinya dirancang sebagai pusat aktivitas jamaah Indonesia selama berada di Tanah Suci, lengkap dengan fasilitas pendukung yang memadai.

Salah satu rencana strategis adalah pembangunan terowongan penghubung langsung menuju Masjidil Haram. Akses ini diharapkan memudahkan mobilitas jamaah, terutama saat musim haji ketika arus manusia sangat padat dikutip Antara.

Selain membahas infrastruktur haji, Presiden juga menaruh perhatian pada pengelolaan dana umat melalui LPDU. Pemerintah ingin lembaga ini dikelola dengan pendekatan manajemen profesional agar penghimpunan dan pemanfaatannya lebih terarah.

Dengan tata kelola yang lebih modern, dana umat diharapkan bisa kembali memberi manfaat langsung bagi masyarakat, baik untuk program sosial, pendidikan, maupun pemberdayaan ekonomi. Efisiensi dan transparansi menjadi kata kunci yang ditekankan dalam diskusi tersebut.

Pertemuan kali ini merupakan dialog ketiga Presiden dengan unsur organisasi keagamaan. Nasaruddin menilai Kepala Negara menunjukkan sikap terbuka dan aktif mendengar masukan dari para tokoh Islam, sebagai bagian dari upaya memperkuat kemitraan pemerintah dengan umat.

Sekitar 40–50 tokoh dan perwakilan ormas Islam hadir dalam acara itu. Di antaranya Wakil Presiden ke-13 Ma’ruf Amin, pimpinan Majelis Ulama Indonesia, pengurus besar Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Wahdah Islamiyah, hingga sejumlah pimpinan pesantren dari berbagai daerah.

Dialog berlangsung hangat dan penuh keakraban. Para tokoh menyampaikan pandangan terkait kebutuhan umat, sementara Presiden menegaskan komitmen pemerintah untuk terus melibatkan elemen keagamaan dalam pengambilan kebijakan strategis.

Melalui pertemuan ini, pemerintah berharap terbangun sinergi yang lebih kuat dalam mengelola isu keumatan, mulai dari pelayanan haji hingga optimalisasi potensi ekonomi umat di dalam negeri.

Editor : M. Khairul

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru