Loading
Presidium Hubungan Luar Negeri PP PMKRI, Ferdinandus Wali Ate
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Di tengah memanasnya situasi geopolitik global, suara moral kembali digaungkan. Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI) St. Thomas Aquinas menyatakan dukungan penuh kepada Paus Leo XIV, sekaligus mengkritik pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Pernyataan Trump yang menyerang Paus secara terbuka dinilai tidak mencerminkan etika kepemimpinan global, bahkan berpotensi memperkeruh konflik—terutama di kawasan Timur Tengah yang tengah diliputi ketegangan.
Presidium Hubungan Luar Negeri PP PMKRI, Ferdinandus Wali Ate, menegaskan bahwa narasi yang dibangun oleh Trump berisiko menjauhkan dunia dari upaya perdamaian.
Baca juga:
Bangun Literasi dari Timur Indonesia, KLN Salurkan Bantuan Pendidikan di Sumba Barat Daya“Pernyataan seperti ini bukan hanya tidak mencerminkan etika kepemimpinan global, tetapi juga berpotensi memperkeruh situasi dan menjauhkan dunia dari upaya perdamaian yang sangat dibutuhkan saat ini,” ujar Ferdinandus.
Paus Leo XIV: Kami Bukan Politisi, tapi Pembawa Pesan Damai
Menanggapi kritik tersebut, Paus Leo XIV tetap menunjukkan keteguhan sikap. Dalam keterangannya kepada wartawan saat perjalanan menuju Aljir, ia menegaskan bahwa dirinya tidak berbicara sebagai aktor politik.
Menurutnya, Gereja tidak berperan sebagai pembuat kebijakan luar negeri, melainkan sebagai pembawa pesan moral yang bersumber dari Injil.
Paus menekankan bahwa perdamaian adalah nilai utama yang harus diperjuangkan. Karena itu, Gereja memiliki kewajiban moral untuk bersuara tegas menentang perang dan mendorong rekonsiliasi.
Ia bahkan menegaskan tidak gentar menghadapi tekanan politik apa pun.
PMKRI: Ini Panggilan Moral, Bukan Kepentingan Politik
Ferdinandus menilai sikap Paus Leo XIV mencerminkan konsistensi moral Gereja dalam memperjuangkan nilai kemanusiaan universal.
“Apa yang disampaikan Paus bukanlah sikap politik praktis, melainkan panggilan etis untuk menjaga kemanusiaan. Dunia membutuhkan suara seperti ini sebagai penyeimbang,” jelasnya.
Menurut PP PMKRI, seruan untuk dialog dan penghentian konflik tidak boleh disederhanakan sebagai kepentingan politik semata.
Sikap Resmi PP PMKRI
Melalui pernyataan resminya, PP PMKRI menyampaikan sejumlah sikap:
Dunia Butuh Kepemimpinan yang Bermoral
Lebih jauh, Ferdinandus menegaskan bahwa dunia saat ini membutuhkan kepemimpinan yang tidak hanya kuat secara politik, tetapi juga bijaksana secara moral.
“Dalam situasi global yang kompleks, dunia tidak bisa hanya mengandalkan kekuatan politik. Dibutuhkan kebijaksanaan moral agar kita tidak terjebak dalam logika kekerasan dan dominasi,” tegasnya.
Sebagai organisasi kader, PP PMKRI berkomitmen untuk terus mendorong nilai keadilan, kemanusiaan, dan perdamaian sebagai kontribusi nyata—baik bagi bangsa Indonesia maupun dunia.
Di tengah berbagai konflik yang terus terjadi, pesan ini menjadi semakin relevan: perdamaian bukan sekadar pilihan, tetapi tanggung jawab bersama.