NASA Siapkan Reaktor Nuklir di Bulan, Jadi Kunci Kehidupan Manusia di Masa Depan


  • Selasa, 02 Juni 2026 | 17:00
  • | News
 NASA Siapkan Reaktor Nuklir di Bulan, Jadi Kunci Kehidupan Manusia di Masa Depan (Dari kiri ke kanan) Model-model Blue Origin Mark 1 Lunar Lander, Astrolab Crewed Lunar Rover, Lunar Outpost Pegasus rover, dan Firely Elytra Dark orbiter terlihat pada akhir konferensi pers Selasa, 26 Mei 2026, di gedung Markas Besar NASA Mary W. Jackson di Washington. (ANTARA/NASA/Aubrey Gemignani)

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Ambisi manusia untuk tinggal lebih lama di Bulan membutuhkan lebih dari sekadar roket dan teknologi pendaratan. Salah satu tantangan terbesar adalah memastikan ketersediaan energi yang stabil untuk mendukung kehidupan dan berbagai aktivitas di permukaan Bulan.

Untuk menjawab tantangan tersebut, NASA berencana mengembangkan reaktor nuklir yang dapat menjadi sumber listrik utama bagi misi-misi masa depan. Teknologi ini dinilai penting untuk mendukung pembangunan basis permanen manusia di Bulan.

Program Eksekutif NASA untuk Basis Bulan, Carlos Garcia-Galan, mengatakan bahwa badan antariksa Amerika Serikat itu menargetkan kemampuan menghasilkan listrik hingga puluhan kilowatt di permukaan Bulan.

“Kami ingin mencapai tahap di mana kami menghasilkan puluhan kilowatt listrik, dan reaktor nuklir di permukaan Bulan adalah jalan yang harus ditempuh. Jadi kami akan melakukan eksperimen dan pada akhirnya membangun kemampuan itu,” ujarnya dalam wawancara dengan RIA Novosti.

Menurut Garcia-Galan, tenaga surya memang tetap menjadi salah satu sumber energi yang akan dimanfaatkan. Namun, kondisi lingkungan Bulan yang ekstrem membuat energi matahari tidak selalu dapat diandalkan.

Di sejumlah wilayah Bulan, terutama area yang berada dalam bayangan selama periode panjang, panel surya tidak mampu menghasilkan energi yang cukup untuk menopang kebutuhan manusia dan berbagai sistem pendukung kehidupan.

Karena itu, NASA melihat energi nuklir sebagai solusi berikutnya yang dapat menyediakan pasokan listrik secara berkelanjutan.

“Nuklir adalah langkah berikutnya, dimulai dari unit pemanas radioisotop pada aset awal agar bisa bertahan melewati malam,” jelasnya dikutip Antara.

NASA berencana menjalankan serangkaian eksperimen sebelum akhirnya membangun sistem energi nuklir yang siap digunakan secara operasional di Bulan.

Rencana tersebut sejalan dengan strategi jangka panjang NASA untuk menghadirkan kehadiran manusia secara berkelanjutan di satelit alami Bumi tersebut.

Pada Maret lalu, NASA mengungkap peta jalan pembangunan basis permanen di Bulan yang akan dilakukan secara bertahap.

Tahap pertama difokuskan pada pengiriman berbagai peralatan dan kargo untuk membangun infrastruktur dasar, termasuk sistem energi, komunikasi, dan fasilitas penelitian ilmiah.

Tahap kedua akan mengembangkan lingkungan yang lebih layak huni dengan dukungan logistik yang melibatkan berbagai badan antariksa internasional.

Sementara itu, tahap ketiga ditujukan untuk memungkinkan manusia tinggal dalam jangka panjang di Bulan, sekaligus membuka peluang eksplorasi yang lebih jauh ke luar angkasa.

Jika proyek ini berhasil, reaktor nuklir di Bulan bukan hanya menjadi sumber listrik, tetapi juga fondasi utama bagi masa depan eksplorasi manusia di luar Bumi.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru