Udara Jakarta Tidak Sehat, Peringkat 1 Kota Terpolusi Dunia Pagi Ini


  • Kamis, 04 Juni 2026 | 07:00
  • | News
 Udara Jakarta Tidak Sehat, Peringkat 1 Kota Terpolusi Dunia Pagi Ini Polusi udara Jakarta Foto Greenpeace
JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Kualitas udara di Jakarta kembali menjadi sorotan setelah pada Kamis (4/6/2026)pagi terpantau berada dalam kategori tidak sehat dan menempati posisi pertama sebagai kota dengan polusi udara terburuk di dunia.

Berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir pada pukul 06.10 WIB, indeks kualitas udara (AQI) Jakarta tercatat berada di angka 171 dengan konsentrasi partikel halus PM2.5 mencapai 84 mikrogram per meter kubik.

Angka tersebut menunjukkan kondisi udara yang tidak sehat, terutama bagi kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit pernapasan. Paparan dalam kondisi ini dapat menimbulkan dampak kesehatan maupun gangguan pada lingkungan.

IQAir juga merekomendasikan agar masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan. Jika terpaksa beraktivitas di luar, penggunaan masker sangat disarankan serta menjaga rumah tetap tertutup untuk meminimalkan masuknya udara tercemar.

Dalam klasifikasi kualitas udara, kategori baik berada pada rentang PM2.5 0–50 yang tidak berdampak pada kesehatan manusia maupun lingkungan. Sementara kategori sedang (51–100) mulai berdampak pada kelompok sensitif tertentu.

Adapun kategori tidak sehat berada di kisaran 101–199 seperti yang terjadi di Jakarta saat ini. Untuk kategori sangat tidak sehat berada pada rentang 200–299, sedangkan kategori berbahaya berada di angka 300–500 yang dapat berdampak serius pada kesehatan masyarakat luas.

Selain Jakarta, sejumlah kota besar lain juga tercatat memiliki kualitas udara buruk, di antaranya Tashkent (Uzbekistan) dengan AQI 156, Hanoi (Vietnam) 153, Lahore (Pakistan) 153, serta Kinshasa (Republik Demokratik Kongo) 139.

Di tengah kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup terus mendorong keterlibatan masyarakat dalam upaya perbaikan kualitas udara melalui gerakan kolaboratif bertajuk #SatuLangkahDulu.

“Melalui kampanye #SatuLangkahDulu, kami ingin membangun semangat satu pesan dengan beragam aksi, baik melalui kampanye media sosial, aksi bersama, praktik baik pengurangan pencemaran udara, maupun challenge untuk warga Jakarta,” ujar Wakil Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Purwanti Suryandari, pada 26 Mei 2026.

Kampanye yang diinisiasi melalui forum Kolaborasi Sosial Berskala Besar (KSBB) Kluster Udara ini melibatkan berbagai elemen, mulai dari pemerintah, komunitas, dunia usaha, akademisi, hingga masyarakat luas.

Tujuannya adalah mendorong perubahan perilaku, seperti mengurangi emisi kendaraan, menggunakan transportasi ramah lingkungan, serta membangun kebiasaan hidup yang lebih peduli terhadap kualitas udara demi terciptanya udara Jakarta yang lebih bersih dan sehat.

 

 
 
 
 
Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru