Loading
Ilustrasi buah blueberry ANTARAHOpexelsBrigitte Tohm
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Buah blueberry tidak hanya dikenal sebagai sumber antioksidan yang baik untuk kesehatan tubuh, tetapi juga memiliki potensi membantu menjaga kesehatan tulang dan menurunkan risiko osteoporosis.
Melansir laporan Hindustan Times, pada Kamis (4/6/2026) meski berukuran kecil, blueberry mengandung berbagai senyawa aktif yang bermanfaat bagi tubuh. Kandungan antioksidan dan antiinflamasi yang tinggi membuat buah ini semakin mendapat perhatian para ahli kesehatan sebagai bagian dari pola makan yang mendukung kekuatan tulang.
Konsultan Ortopedi Rumah Sakit Spesialis Super Sahyadri, Pune, Dr. Nikhil Jadhav, mengatakan blueberry dapat menjadi salah satu pilihan makanan yang baik untuk kesehatan tulang, terutama seiring bertambahnya usia.
“Meskipun tidak ada makanan khusus yang dapat menyembuhkan osteoporosis, temuan terbaru mengungkapkan manfaat potensial yang mungkin ditawarkan blueberry berpotensi membantu menjaga kesehatan tulang sehingga dapat mengurangi kemungkinan kehilangan massa tulang akibat penuaan,” kata Dr. Nikhil.
Menurutnya, manfaat blueberry berasal dari kandungan polifenol dan antosianin yang berperan sebagai antioksidan alami. Senyawa tersebut membantu melawan stres oksidatif dan peradangan kronis yang selama ini diketahui menjadi faktor penyebab kerusakan tulang.
Baca juga:
Gelar Acara Puncak HON 2024, Perwatusi: Kesehatan Tulang Faktor Penting yang Sering DiabaikanMenjaga kepadatan dan massa tulang sangat penting untuk mencegah osteoporosis maupun risiko patah tulang di usia lanjut. Sejumlah penelitian laboratorium pada hewan juga menunjukkan bahwa senyawa dalam blueberry dapat membantu meningkatkan aktivitas osteoblas, yakni sel yang bertugas membentuk jaringan tulang baru.
Di sisi lain, kandungan aktif dalam blueberry juga diyakini mampu menekan aktivitas osteoklas, yaitu sel yang berperan dalam proses penghancuran atau penyerapan kembali jaringan tulang.
Meski menjanjikan, Dr. Nikhil menegaskan bahwa blueberry tidak boleh dianggap sebagai solusi tunggal untuk mencegah osteoporosis. Buah ini hanya menjadi salah satu bagian dari pola hidup sehat yang lebih menyeluruh.
“Perlu dicatat, bagaimanapun, bahwa blueberry tidak boleh dianggap sebagai satu-satunya cara untuk melawan osteoporosis; sebaliknya, mereka harus dilihat hanya sebagai salah satu bagian dari pendekatan yang lebih luas terhadap pencegahan osteoporosis,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa asupan nutrisi penting seperti kalsium, vitamin D, dan protein tetap menjadi fondasi utama dalam menjaga kesehatan tulang. Selain itu, aktivitas fisik rutin seperti berjalan kaki, latihan beban, serta menghindari kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol juga memiliki peran besar dalam mencegah pengeroposan tulang.
Dr. Nikhil juga mengingatkan bahwa kelompok yang memiliki risiko tinggi mengalami osteoporosis perlu melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Kelompok tersebut antara lain perempuan pascamenopause, individu dengan riwayat keluarga osteoporosis, serta mereka yang memiliki kondisi medis tertentu.
Pemeriksaan kepadatan tulang dan konsultasi dengan tenaga medis dinilai penting untuk mendeteksi risiko sejak dini dan menentukan langkah pencegahan yang tepat.
Menurutnya, memasukkan blueberry ke dalam menu harian bisa menjadi cara sederhana sekaligus menyenangkan untuk mendukung gaya hidup sehat.
“Meskipun masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan efektivitas blueberry dalam mencegah osteoporosis, saat ini sudah ada sejumlah alasan yang menunjukkan bahwa buah ini dapat berkontribusi dalam upaya tersebut,” kata Dr. Nikhil.