BMKG Luruskan Mitos “Bediding”, Suhu Dingin Malam Pagi Bukan Cuaca Ekstrem


  • Sabtu, 06 Juni 2026 | 18:15
  • | News
 BMKG Luruskan Mitos “Bediding”, Suhu Dingin Malam Pagi Bukan Cuaca Ekstrem Wisatawan mengunjungi kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) di Probolinggo, Jawa Timur, Minggu (27/7/2025). ANTARA

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan klarifikasi terkait ramainya pembahasan fenomena bediding di media sosial yang dikaitkan dengan cuaca ekstrem. BMKG menegaskan bahwa kondisi udara dingin pada malam hingga pagi hari tersebut merupakan fenomena musiman yang normal terjadi, bukan kejadian cuaca ekstrem.

Direktur Meteorologi Publik BMKG, Ida Pramuwardani, menjelaskan bahwa bediding merupakan kondisi alami yang terjadi ketika suhu udara menurun akibat berkurangnya tutupan awan di malam hari.

“Perlu dipahami bahwa bediding bukanlah fenomena yang ‘melanda’ seperti kejadian cuaca ekstrem, melainkan kondisi musiman ketika udara terasa lebih dingin akibat berkurangnya tutupan awan,” ujar Ida di Jakarta, Sabtu (6/6/2026).

Ia menambahkan, suhu dingin yang dirasakan masyarakat pada malam hingga pagi hari terjadi karena panas bumi dapat langsung terlepas ke atmosfer ketika langit cerah dan tidak tertutup awan. Kondisi ini semakin terasa ketika kelembapan udara rendah dan aliran udara kering dari Australia atau Monsun Australia mulai menguat.

BMKG menjelaskan bahwa fenomena ini biasanya mulai terasa pada bulan Juni dan akan semakin meningkat pada Juli hingga Agustus, terutama saat langit malam cerah dan angin timuran aktif membawa udara kering.

Namun demikian, tidak semua wilayah Indonesia mengalami kondisi yang sama. Fenomena bediding umumnya hanya dirasakan di daerah dengan langit cerah dan curah hujan rendah.

Wilayah yang paling awal merasakan kondisi ini antara lain Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Bali, bagian selatan Pulau Jawa, kawasan dataran tinggi di Jawa, serta sebagian Sumatera bagian selatan seperti Lampung dan Sumatera Selatan.

BMKG juga mengimbau masyarakat untuk menyesuaikan aktivitas sehari-hari saat suhu udara terasa lebih dingin, seperti mengenakan pakaian hangat dan menjaga asupan cairan tubuh.

“Sebisa mungkin masyarakat tetap menjaga kenyamanan, misalnya dengan memakai pakaian hangat dan memperbanyak minum air putih,” jelas BMKG.

Fenomena ini sebelumnya ramai diperbincangkan di media sosial, salah satunya melalui akun Instagram @4climate yang menyebutkan bahwa suhu dingin mulai dirasakan di sejumlah wilayah Indonesia bagian selatan. Bahkan, Kota Batu, Malang, dilaporkan bisa mencapai suhu 13–16 derajat Celsius pada dini hari.

Meski informasi tersebut sebagian sesuai dengan penjelasan meteorologi, BMKG menilai penting untuk memberikan edukasi agar masyarakat dapat membedakan antara fenomena iklim musiman yang normal dengan istilah cuaca ekstrem yang sering disalahartikan di ruang publik digital.

Editor : M. Khairul

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru