Rakernas APPSI di Sumbar Tepis Hoaks Megatrust


  • Selasa, 19 Februari 2019 | 10:07
  • | News
 Rakernas APPSI di Sumbar Tepis Hoaks Megatrust Gubernur Sumbar Irwan Prayitno (Media Indonesia)

PADANG, ARAHKITA.COM - Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) akan digelar di Sumatera Barat (Sumbar), pada tanggal 20-22 Februari 2019.

Sebelumnya pada tanggal yang sama diisukan akan terjadi gempa megatrust sehingga memancing kekhawatiran, terkait hal itu Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengatakan Rakernas ini merupakan salah satu upaya menepis hoaks tentang gempa megatrust tersebut.

"Hoaks itu membuat resah masyarakat. Orang yang datang juga bisa jadi cemas. Karena itu, rakernas ini sekaligus upaya kita menepis kabar tidak benar itu," kata Irwan Prayitno di Padang, Selasa (19/2/2019).

Pertemuan tahunan itu dijadwalkan dihadiri langsung oleh Presiden Joko Widodo dan 34 gubernur atau yang mewakili.

"Kita sebagai penyelenggara telah melakukan persiapan maksimal. Mudah-mudahan tiga hari itu berjalan sukses," katanya.

Ia menyebut tema yang diangkat saat ini adalah produk unggulan daerah dan kemungkinan-kemungkinan kerja sama antardaerah.

Irwan juga menjelaskan soal produk Sumbar berlimpah mulai dari kuliner yang lezat dan menggugah selera hingga kerajinan yang memukau. Sebagian produsen akan dibawa ke lokasi acara untuk melakukan pameran agar hasil produknya bisa dilihat langsung.

Selain sejumlah nota kesepahaman yang "diburu" dalam rakernas itu, Sumbar juga mengincar promosi pariwisata serta memperbaiki citra keamanan dan kenyamanan wisatawan selama berkunjung ke Sumbar agar tidak perlu cemas dengan hoaks gempa megatrust.

Asisten I Bidang Penerintahan Sekdaprov Sumbar Devi Kurnia menyebut dalam kunjungan itu panitia menyiapkan kamar menginap untuk gubernur dan dua pendamping. Namun ada beberapa yang mengonfirmasi membawa pendamping lebih banyak.

"Hal itu tentu akan lebih baik untuk pariwisata daerah," katanya.

Masyarakat Sumbar sempat dikejutkan informasi akan terjadinya gempa megatrust pada 20 Februari 2019. Kabar itu segera dibantah BMKG yang menyebut hingga saat ini tidak ada teknologi yang bisa memprediksi kapan terjadinya gempa.

Meski demikian, kabar itu sudah meresahkan masyarakat.

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru