Perkuat Kemampuan Pemandu Wisata, 40 Orang di Sikka Ikut Pelatihan Pemandu Wisata Trekking


  • Kamis, 07 Oktober 2021 | 13:00
  • | News
 Perkuat Kemampuan Pemandu Wisata, 40 Orang di Sikka Ikut Pelatihan Pemandu Wisata Trekking Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sikka, Petrus Poling Wair Mahing, dalam sambutannya saat membuka acara pelatihan. (Foto-Foto: Arahkita/VJ Chabarezy Jr)

MAUMERE, ARAHKITA.COM - Sebanyak 40 orang pemandu wisata di Kabupaten Sikka mengikuti kegiatan pelatihan pemandu wisata alam trekking yang digelar Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Sikka.

Kegiatan berlangsung selama tiga hari yakni dari Rabu (6/10/2021) hingga Jumad (8/10/2021) di hotel Sea World Club, Desa Waiara, Kecamatan Kewapante.  Hari ketiga kegiatan, peserta melakukan trekking ke gunung Egon sebagai tempat praktek lapangan.

George Richard Valentino Kabid kelembagaan dan SDM Pariwisata dalam laporan kepanitiaannya menyampaikan bahwa tujuan diadakan kegiatan pelatihan pemandu wisata alam trekking untuk meningkatkan pengetahuan, motivasi dan kompetensi para pemandu wisata agar dapat memenuhi Standar Kompetensi Nasional Indonesia (SKKNI) bidang pemandu wisata trekking atau pemandu wisata gunung.

Sasaran yang dicapai dari kegiatan ini adalah agar peserta dapat mengetahui dan memahami bagaimana merencanakan, mempersiapkan dan memimpin perjalanan pendakian. Peserta dapat mengetahui dan memahami pengelolaan keselamatan dan penanganan bahaya gunung, serta interpretasi pada wisata gunung.

Peserta yang mengikuti kegiatan pelatihan pemandu wisata alam trekking berjumlah 40 orang , terdiri dari pelaku pariwisata dan masyarakat dari desa-desa yang memiliki potensi trekking yang layak dipromosikan.

Adapun materi-materi yang diberikan para narasumber atau instruktur yang berkompeten di bidang pemandu wisata alam trekking selama  pelatihan di antaranya: Kebijakan dan Program Pembangunan Kepariwisataan, Merencanakan dan Mempersiapkan Perjalanan Pendakian Wisata Gunung serta Mengenali dan Memandu Wisatawan, Melakukan Orientasi Medan dan Cuaca, Penanganan Bahaya gunung, Intepretasi dalam Pemanduan wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan Wisata Pendakian Gunung pada Masa Penanganan COVID-19.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sikka, Petrus Poling Wair Mahing, dalam sambutannya saat membuka acara pelatihan tersebut ia mengatakan bahwa pembangunan pariwisata sangat penting dan dapat meningkatkan kesejahteraan hidup bagi masyarakat terkhusus bagi para pelaku pariwisata dan pemandu wisata. Sehingga penting kegiatan pelatihan diberikan bagi para pemandu khususnya wisata alam trekking.

“Semoga dengan pelatihan ini diharapkan mampu membawa dampak positif bagi citra pariwisata Sikka di mata wisatawan yang diharapkan kedepannya akan lebih lama menetap,”ujarnya.

Dikatakan Pet Poling bahwa para peserta dibekali dengan pengetahuan tentang dasar-dasar kepemanduan yang meliputi SOP & Teknik Guiding, Standar Kompetensi Pramuwisata, Execellent Service dan Public Speaking yang dilanjutkan dengan simulasi trekking di gunung Egon.

Pelatihan mountain trekking tersebut bisa menjadi tolak ukur dalam mencetak para trekker   sehingga potensi Sumber Daya Alam (SDA) yaitu pendakian dan penyusuran obyek wisata Egon  dapat menjadi destinasi yang dibanggakan dan diminati oleh wisatawan.

3e3bedb5-b37b-4f35-9f18-7f752e02f535

Sebanyak 40 orang pemandu wisata di Kabupaten Sikka mengikuti kegiatan pelatihan pemandu wisata alam trekking yang digelar Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Sikka.

Doni Juang salah satu peserta dari Mapala UNIPA UNIPALA kepada media ini disela-sela kegiatan mengucapkan terima kasih kepada Disparbud Sikka yang telah memberikan ruang untuk dirinya mengikuti pelatihan pemandu wisata alam Trekking.

"Saya berterima kasih kepada Dinas pariwisata kabupaten Sikka yang sudah mengundang kami untuk ikut kegiatan pemandu wisata alam khususnya di bidang trekking. Memang pelatihan trekking sangat cocok dengan saya yang dari basic Mapala,karena di mapala juga ada satu bidang yang kami pelajari yaitu mountenering atau gunung hutan" ujarnya.

Hanya Pelatihan pemandu wisata trekking ini tambah mantan Ketua umum Mapala UNIPA, kami dibekali tentang bagaimana menjadi seorang pemandu yang baik dan profesional ketika membawa para wisatawan yang akan melakukan pendakian ke sebuah puncak gunung.

Hal senada juga disampaikan Andi Dakus atau pria yang akrab di sapa om Kummis Tatotis yang merupakan guide trekking gunung Egon. Ia mengapresiasi Disparbud Sikka yang telah melibatkan dirinya mengikuti pelatihan pemandu trekking. “Semoga dengan ilmu yang didapat ini dirinya lebih mantap lagi dalam melayani tamu atau para wisatawan yang hendak muncak ke atapnya Sikka ini,”pungkasnya.

 

Editor : Patricia Aurelia
Reporter : VJ Chabarezy Jr

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru