US Securities and Exchange Commission Setujui ETF Bitcoin Spot


  • Kamis, 11 Januari 2024 | 22:39
  • | News
 US Securities and Exchange Commission Setujui ETF Bitcoin Spot Foto ilustrasi bitcoin. (pixabay.com)

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Kalangan pelaku industri aset kripto di Tanah Air menyambut positif disetujuinya ETF Bitcoin Spot oleh US Securities and Exchange Commission (SEC) pada 10 Januari 2024 waktu Amerika Serikat.

CEO Indodax Oscar Darmawan di Jakarta, Kamis (11/1/2024), menyatakan persetujuan tersebut menjadi tonggak penting bagi industri aset kripto global dan berpotensi memberikan dampak positif bagi pasar aset kripto di Indonesia.

Pengesahan ETF Bitcoin Spot, lanjutnya, menandakan Bitcoin sebagai komoditas yang diakui secara global, bahkan oleh SEC atau otoritas jasa keuangan (OJK) nya Amerika Serikat.

"Pengesahan ETF Bitcoin spot di AS merupakan sinyal positif bagi industri aset kripto global. Hal ini menunjukkan bahwa regulator mulai menerima kripto sebagai aset yang sah dan dapat diinvestasikan," ujar Oscar dalam keterangannya.

Menurut dia, disetujuinya ETF pertama ini dapat membantu masalah instabilitas Bitcoin itu sendiri.

“Aset kripto, tak terkecuali Bitcoin merupakan aset yang memiliki volatilitas yang tinggi. Maka dari itu, lahirnya ETF Bitcoin Spot dapat membuat harga bitcoin lebih stabil.

ETF Bitcoin Spot, tambahnya, dapat membuat Bitcoin lebih mudah dibeli dan dijual karena menawarkan likuiditas yang lebih tinggi daripada pasar Bitcoin spot tradisional.

Tak hanya itu,  ETF Bitcoin Spot, menurut dia, dapat membantu mendorong para investor baru untuk mengadopsi aset kripto.

"Diluncurkannya ETF Bitcoin Spot dapat menarik perhatian masyarakat untuk terjun ke dunia kripto. Hal ini karena ETF Bitcoin Spot memungkinkan calon investor untuk mencoba memasuki market tanpa ada risiko membeli aset itu sendiri," katanya.

Setelah mendapatkan persetujuan dari SEC ,maka ETF dikabarkan dapat mulai diperdagangkan pada 11 Januari 2024.

Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru