Loading
Pengelola Program KPA Kabupaten Sikka, Yuyun D. Baetal. (Arahkita/Gabriel Angga)
MAUMERE, ARAHKITA.COM - Sebagian besar Ibu Rumah Tangga (IRT) di Kabupaten Sikka didominasi penderita HIV/AIDS. Ibu rumah tangga ini menjadi korban oleh para suami yang suka bergonta-ganti pasangan. Demikian disampaikan Pengelola Program KPA Kabupaten Sikka, Yuyun D. Baetal kepada media, Minggu (5/8/2018) di Kabupaten Sikka.
Menurutnya, data dari tahun 2003 sampai dengan bulan april 2018, jumlah penderita HIV/AIDS di Kabupaten Sikka sebanyak 705 kasus dengan rincian 222 kasus menderita HIV (Human Immuno Deficiency Virus) dan 483 kasus telah dinyatakan positif terjangkit AIDS.
Dikatakannya, penderita HIV/AIDS tertinggi untuk saat ini masih didominasi oleh ibu rumah tangga sebanyak 165 kasus. Diikuti pihak swasta sebanyak 103 kasus dan PSK 35 kasus. Sedangkan urutan terakhir ditempati oleh buruh dan petani sebanyak 44 kasus.
“Di Sikka, ibu rumah tangga mendominasi penyakit HIV/AIDS. Kasihan para ibu rumah tangga yang menjadi korban suaminya, mereka memiliki suami yang sering berpergian dan bergonta-ganti pasangan,”katanya.
Pengelola Program KPA Kabupaten Sikka menyarankan ibu rumah tangga sebagai istri juga harus lebih meningkatkan kualitas komunikasi dengan suami. Komunikasi ini perlu dijalin apabila melihat ada perubahan perilaku dari seorang suami, terlebih saat suami kerap pulang malam tanpa alasan jelas.
Yuyun juga menambahkan penderita HIV/AIDS di Kabupaten Sikka khsusunya di kecamatan Alok menempati urutan pertama dengan 86 kasus. Posisi kedua ditempati Kecamatan Alok Timur 71 kasus dan urutan ketiga ditempati Kecamatan Nita dengan 50 kasus.
Ia mengakui saat ini KPA Kabupaten Sikka telah melaksanakan program dengan menggerakan semua elemen yang ada untuk andil dalam penaggulangan HIV/AIDS. Dimana tugasnya, melakukan sosialisasi HIV/AIDS dan menemukan kasus lebih dini.
Dirinya berharap pemerintah daerah dan DPRD Sikka untuk bisa memberikan anggaran yang lebih karena saat ini KPA hanya mampu memberikan suport 14 kelurahan yang ada di Kabupaten Sikka.
“Kita minta bantuan dana ditingkatkan lagi sehingga wilayah kerja kita lebih luas lagi dalam penanggulangan HIV/AIDS di Kabupaten Sikka,”ujar Yuyun ini.