Selasa, 27 Januari 2026

Perkuat Ekonomi Negara, Forum Business dan Business Matching Pengusaha Muda NTT dan Republik Demokratik Timor Leste Resmi Dibuka


  • Rabu, 20 Maret 2024 | 22:01
  • | News
 Perkuat Ekonomi Negara, Forum Business dan Business Matching Pengusaha Muda NTT dan Republik Demokratik Timor Leste Resmi Dibuka Pj. Gubernur NTT Ayodhia Kalake memberikan sambutan saat meresmikan Forum Business dan Business Matching Pengusaha Muda NTT dan Republik Demokratik Timor Leste (Instagram/@pj.gubernurntt2023_2024)

KUPANG, ARAHKITA.COM – Salah satu kesepakatan dalam Pertemuan antara Presiden RI Joko Widodo dan Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao di Istana Kepresidenan Bogor pada Tanggal 26 Januari 2024 lalu adalah peningkatan kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Timor Leste.

Demikian disampaikan Penjabat (Pj) Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Ayodhia Kalake, saat membuka Forum Business dan Business Matching Pengusaha Muda NTT dan Republik Demokratik Timor Leste (RDTL).

Kegiatan itu tepatnya dilaksanakan di Hotel Harper Kupang, Provinsi NTT pada Selasa, 19 Maret 2024.

Dalam sambutannya, Pj. Gubernur NTT Ayodhia Kalake menyampaikan, bahwa segala upaya telah dilakukan untuk meningkatkan volume perdagangan antara kedua negara.

“Diantaranya membangun konektivitas darat dan laut seperti membuka rute Angkutan Lintas Batas Negara dengan rute Kupang-Dili dan Dili-Kupang juga kehadiran Terminal Barang Internasional di Motaain,” tuturnya.

Ayodhia mengungkapkan, syarat perlintasan bagi masyarakat kedua wilayah yang berbatasan darat ini juga makin dipermudah.

“Terlebih kami juga dalam pembicaraan yang intensif dengan beberapa maskapai penerbangan, agar ada direct flight khususnya dari Kupang-Dili dimana hal ini untuk lebih meningkatkan hubungan bilateral kedua negara,” ungkapnya.

Sekalipun dipisahkan oleh batas administrasi pemerintahan dan kedaulatan sebagai sebuah negara, Provinsi NTT dan Negara Timor Leste memiliki kedekatan yang sangat erat baik secara sosio kultural maupun ekonomi.

Hal ini dibuktikan dengan banyaknya masyarakat Timor Leste yang masih memiliki hubungan kekerabatan yang sangat rapat dengan masyarakat NTT terutama yang tinggal di daerah Perbatasan.

Selain itu, secara ekonomi kedua daerah ini memiliki hubungan dagang yang saling menopang satu sama lain.

Karena itu, Pj. Gubernur NTT menjelaskan, berdasarkan data statistik tahun 2023, dari total nilai ekspor NTT yang didominasi sektor non migas sebesar 74,086 juta dollar, sekitar 77 persen diekspor ke Negara Timor Leste.

Sementara itu, total impor dari negara Timor Leste ke NTT sekitar 4,1 persen yang sebagian besar terdiri dari kopra dan kopi.

Untuk bulan Februari 2024, kegiatan ekspor-impor dan pelintasan orang melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain menghasilkan devisa sebesar Rp. 55,8 miliar lebih dan 18.859 pelintas

“Aktivitas perdagangan dan pelintasan orang yang signifikan ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di kedua daerah ini, terlebih Negara Timor Leste dan Provinsi Nusa Tenggara Timur,” ujarnya.

Ayodhia mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT menyambut positif diadakannya Forum Business dan Business Matching yang mempertemukan kalangan pengusaha dari NTT dan Negara Timor Leste.

Dengan adanya kegiatan ini, kata dia, para pengusaha dari kedua wilayah tersebut dapat lebih mengenal potensi, keunggulan serta peluang investasi yang dapat dikembangkan untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi baik di NTT maupun di Timor Leste.

“Forum ini merupakan langkah strategis untuk memperluas dan memperkuat kerja sama ekonomi di kawasan ini,” katanya.

Dengan adanya forum ini, Pj. Gubernur NTT pun berharap agar volume perdagangan dan kegiatan ekspor-impor antara NTT dan Negara Timor Leste dapat lebih ditingkatkan.

“Besar harapan Saya agar forum ini tidak hanya sekedar menjadi forum bincang-bincang saja, namun dapat menghasilkan sesuatu yang riil dan konkrit yang dapat membawa dampak positif bagi perkembangan kedua negara, terkhususnya NTT dan Timor Leste,” tukasnya.

Sementara itu, Menteri Perdagangan dan Perindustrian RDTL Filipus Nino Pereira menyampaikan, bahwa hubungan baik antara Indonesia dan Timor Leste, khususnya NTT dan Timor Leste merupakan kekuatan bagi kedua negara untuk terus menjalin hubungan persaudaraan.

Menurut Nino, menjadi anggota baru dari organisasi perdagangan dunia adalah suatu peluang dan tantangan untuk terus belajar dan dapat mengembangkan berbagai potensi bagi peningkatan perekonomian negara.

“Semoga melalui forum ini, para pengusaha muda kita dapat melihat dan mengoptimalkan barbagai potensi sumber daya yang ada, baik dari sektor pertanian, peternakan, perkebunan, pariwisata dan sektor lainnya, sehingga ada kerja sama selanjutnya, yang bisa dikonkritkan segera oleh para pengusaha kita di Timor Leste dan Indonesia terlebih di NTT,” tandasnya.

Pembukaan forum ini ditandai dengan menempelkan telapak tangan pada layar digital dan diikuti oleh bunyi sirine oleh Gubernur NTT Ayodhia G. L. Kalake, bersama dengan Menteri Perdagangan dan Perindustrian RDTL Filipus Nino Pereira, Anggota DPD RI Abraham Paul Liyanto, Perwakilan dari Associacao Nacional dos Joven Empresarios Timorenses (ANJET) Timor Leste serta Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Kota Kupang Yusak Benu.

Turut hadir dalam Forum tersebut para Pengusaha Timor Leste yang tergabung dalam Camara Do Comercio Industria (CCI), Associacao Nacional dos Joven Empresarios Timorenses (ANJET) Timor Leste.

Juga hadir saat itu, Ketua dan jajaran pengurus HIPMI Provinsi NTT, Ketua dan jajaran pengurus Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) Provinsi NTT, Ketua dan jajaran pengurus Real Estate Indonesia (REI) Provinsi NTT, Ketua dan jajaran pengurus Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Provinsi NTT, Ketua dan jajaran pengurus Full Gospel Business Man Fellowship International (FGBMFI) Regional NTT, dan para pelaku UMKM serta mitra kerja terkait.

 

 

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

News Terbaru