Loading
Pusat Studi di Daerah Terpencil, Kepulauan, dan Perbatasan (Pusat Studi DTPK) Soegijapranata Catholic University (SCU), akan menggelar seminar hybrid bertajuk: SCU For Indonesia: Exploring The Potentials of Remote, Border Areas, and Islands at Eastern Indonesia (Maluku & NTT). (Foto: Istimewa)
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Pusat Studi di Daerah Terpencil, Kepulauan, dan Perbatasan (Pusat Studi DTPK) Soegijapranata Catholic University (SCU), akan menggelar seminar hybrid bertajuk: “SCU For Indonesia: Exploring The Potentials of Remote, Border Areas, and Islands at Eastern Indonesia (Maluku & NTT)” pada Selasa, 30 April 2024, Pukul 12.30 WIB – 17.00 WIB di Gedung Teater Thomas Aquinas, Soegijapranata Catholic University, Semarang, Jawa Tengah.
Kepala LPPM SCU, Dr. Y. Trihoni Nalesti Dewi, SH, M.Hum kepada media ini, Senin (26/4/2024) menjelaskan latar belakang digelarnya seminar SCU for Indonesia. Menurut Trihoni Maluku dan Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan wilayah yang sesungguhnya kaya budaya, kearifan lokal, dan sumber daya alam. Budaya dan kearifan lokal tercermin dalam beragam tradisi, bahasa, adat istiadat, dan seni. Sedangkan sumber daya terlihat dari potensi alam yang melimpah termasuk perikanan, kehutanan, dan potensi pariwisata yang menjadi daya tarik untuk pengembangan ekonomi dan pariwisata.
Di balik potensi tersebut lanjut Trihoni, berbagai tantangan juga menjadi persoalan agar wilayah ini dapat berkembang secara berkelanjutan dengan mempertimbangkan strategi, kebijakan, dan praktik terbaik mengingat daerah ini merupakan daerah terpencil dan kepulauan di Indonesia.
“Karakter daerah kepulauan ini sering menjadi alasan keterbatasan akses infrastruktur dan teknologi, rendahnya kualitas pendidikan dan kesehatan, ketimpangan ekonomi, serta potensi konflik sosial akibat ketidaksetaraan dalam pemanfaatan sumber daya. Melihat kondisi ini, pembangunan di Maluku dan NTT memerlukan kajian yang komprehensif, tidak hanya aspek ekonomi, tetapi juga harus memperhatikan aspek budaya, sosial, dan lingkungan secara simultan,”ungkap Trihoni.
Integrasi antara teknologi, budaya, sumber daya manusia, serta perlindungan dan penguatan institusi adat dapat menjadi upaya sinergis menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang yang ada. “Penerapan teknologi dapat membantu dalam meningkatkan produktivitas sektor-sektor ekonomi yang ada, meningkatkan akses terhadap informasi dan layanan publik, serta memperkuat sistem peringatan dini untuk mencegah konflik sosial”katanya.
Selain itu kata dia pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan yang berbasis pada kebutuhan lokal dapat membuka peluang kerja baru dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat. Perlindungan dan penguatan institusi adat juga menjadi penting dalam memelihara kearifan lokal dan menjaga keseimbangan antara pembangunan modern dan pelestarian budaya tradisional.
SCU Pusat Studi DTPK
Soegijapranata Catholic University (SCU), sebagai perguruan tinggi yang mempunyai Pusat Studi di Daerah Terpencil, Kepulauan, dan Perbatasan (Pusat Studi DTPK) mencoba memahami dinamika lokal dan menghasilkan gagasan-gagasan baru yang relevan untuk pembangunan Maluku dan NTT melalui penelitian dan inovasi.
Selain itu, SCU juga berkolaborasi erat dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan lokal untuk membantu merumuskan kebijakan dan program pembangunan yang berkelanjutan, memastikan bahwa langkah-langkah yang diambil tidak hanya efektif secara teknis tetapi juga responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
SCU juga terlibat dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat, turun langsung ke lapangan, bekerja bersama masyarakat setempat untuk memecahkan masalah-masalah konkret yang dihadapi, mulai dari pencegahan konflik, penguatan budaya dan kearifan lokal, dan pemajuan pendidikan untuk peningkatan sumber daya manusia.
Dikatakan Trihono, tujuan umum dari kegiatan ini adalah untuk merefleksikan, mengeksplorasi, dan merumuskan langkah berkelanjutan dari peran SCU untuk daerah Indonesia Timur khususnya Maluku dan NTT.
Sementara tujuan khusus dari kegiatan ini adalah untuk memberikan edukasi terkait:
Seminar akan menghadirkan 3 Keynote Speaker: Keynote Speaker 1: UNESCO (masih dalam konfirmasi). Keynote Speaker 2 - Prof. Fridus Steijlen (Visiting Professor at Universitas Pattimura Ambon, VRIJE University, Honorary Fellow for KITLV): Exploring Social Culture & Technological Dynamic in Maluku & NTT. Keynote Speaker 3 – Ir. Fransiskus Go, S.H. (Pengamat Ketenagakerjaan dan Pendidikan; Investor di Maluku dan NTT): Membuka Potensi Pembangunan di Sumba-Flores
Pembicara-Pembicara sebagai berikut: Profesor Dr Fridus Steijlen selaku Visiting Professor of Patimura University. Profesor dari Vrije University, Honorary Follow of KITLV, Fransiscus Go, SH, Pengamat Ketenagakerjaan dan Pendidikan, Investor di Maluku dan NTT.
Sementara Pembicara lainnya berasal dari SCU: Dr. Y. Trihoni (Kepala LPPM SCU), Drs Andreas Pandiangan, M.Sc, Ir. Yulita Titik S, M.T., Dr, dr. Gregorius Yoga Panji Asmara, SH, MG, CLA, CCD, CMC, Dr Leonardus Heru Pratomo, ST, MT, Eugenius Tintus Reinaldi, S.Psi, M.Psi
Kegiatan ini juga menargetkan peserta berasal dari:
SUSUNAN ACARA
|
WAKTU |
ACARA |
|
12.30 – 12.40 |
Pembukaan Opening Acara (Pembuka, Doa Pembuka, Indonesia Raya, dan Himne SCU) |
|
12.40 – 13.50 |
Sambutan Rektor SCU |
|
12.50 – 13.00 |
Sambutan Ketua Stichting Samenwerking Vlissingen Ambon (Yayasan Sister City Vlissingen – Ambon) |
|
12.50 – 13.00 |
Sambutan Bupati Maluku Tengah |
|
13.00 – 13.10 |
Sambutan Gubernur NTT (Masih dalam konfirmasi) |
|
13.10 – 13.15 |
Launching: Buku |
|
13.25 – 13.55 |
Keynote Speaker 1: UNESCO (masih dalam konfirmasi) |
|
13.55 – 14.15 |
Keynote Speaker 2 - Prof. Fridus Steijlen (Visiting Professor at Universitas Pattimura Ambon, VRIJE University, Honorary Fellow for KITLV): Exploring Social Culture & Technological Dynamic in Maluku & NTT |
|
14.10 – 14.35 |
Keynote Speaker 3 – Ir. Fransiskus Go, S.H. (Pengamat Ketenagakerjaan dan Pendidikan; Investor di Maluku dan NTT): Membuka Potensi Pembangunan di Sumba-Flores |
|
14.35 – 14.55 |
Question and Answer Plenary Section 1 |
|
15.00 – 15.10 |
Invited Speakers 1 - Dr. Y. Trihoni Nalesti Dewi, S.H., M.Hum.: Conflict Early Warning & Early Response System for Maluku |
|
15.10 – 15.20 |
Invited Speakers 2 - Drs. Andreas Pandiangan, M.Si.: Penguatan Lembaga Adat di Maluku untuk Rekonsiliasi Pasca Konflik |
|
15.20 – 15.30 |
Invited Speakers 3 - Ir. Yulita Titik Sunarimahingsih, M.T.: Konservasi Benda Budaya di Kota Ambon |
|
15.30 – 15.40 |
Invited Speakers 4 - Dr. dr. Gregorius Yoga Panji Asmara S.H., M.H., CLA, CCD, CMC: Audit Medis Rumah Sakit Perbatasan di Kabupaten Belu |
|
15.40 – 16.00 |
Invited Speakers 5 - Dr. Leonardus Heru Pratomo, S.T., M.T.: Pendidikan Kelistrikan Tepat Guna untuk Instruktur BLT Don Bosco dan Anak Putus Sekolah di Tambolaka Sumba Barat Daya |
|
16.00 – 16.10 |
Invited Speakers 6 - Eugenius Tintus Reinaldi, S.Psi., M.Psi.: Pendampingan Karakter untuk Menurunkan Kekerasan pada Siswa di Kabupaten Borong, Manggarai |