Loading
Petenis Kazakhstan Elena Rybakina beraksi pada babak perempat final Australian Open. (WTA)
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Elena Rybakina memastikan langkah ke semifinal Australian Open 2026 setelah menyingkirkan unggulan kedua Iga Swiatek pada babak perempat final. Petenis unggulan kelima itu menang meyakinkan dengan skor 7-5, 6-1 dalam laga berdurasi satu jam 35 menit, Rabu (28/1/2026).
Kemenangan ini menjadi pencapaian istimewa bagi Rybakina, yang untuk pertama kalinya kembali ke semifinal turnamen Grand Slam di Melbourne sejak menembus final pada edisi 2023. Ia mengaku kunci keberhasilannya adalah menjaga permainan agresif sepanjang pertandingan.
“Saya sangat senang dengan hasil ini. Kami sudah cukup sering bertemu, jadi saya hanya berusaha tetap agresif dan memanfaatkan setiap peluang,” ujar Rybakina, dikutip dari laman resmi WTA.
Pada set pertama, duel berlangsung ketat dengan kedua pemain sama-sama kesulitan menjaga konsistensi servis pertama. Rybakina menyebut situasi tersebut membuatnya harus lebih berani menekan lewat servis kedua.
“Di set pertama, servis pertama tidak terlalu efektif untuk kami berdua. Jadi kami mencoba meningkatkan kualitas servis kedua dan saling memberi tekanan,” katanya.
Memasuki set kedua, performa petenis berusia 26 tahun itu semakin solid. Servisnya lebih stabil dan pukulan-pukulannya kerap memaksa Swiatek berada dalam posisi bertahan.
“Di set kedua saya mulai bermain lebih bebas, servis saya juga jauh lebih baik. Saya sangat puas dengan kemenangan ini,” lanjutnya.
Rybakina tampil dominan dengan memenangi delapan dari sembilan gim terakhir dan menyamakan rekor pertemuannya melawan Swiatek menjadi 6-6. Meski hanya mencatatkan 49 persen servis pertama masuk, ia mampu mengontrol pertandingan dengan baik. Petenis asal Kazakhstan itu juga sukses keluar dari tekanan setelah sempat tertinggal 0-40 pada gim awal set pertama.
Sebanyak 11 ace tercipta dari total 26 poin kemenangan Rybakina. Ia juga mencatatkan 19 kesalahan sendiri, sebagian besar terjadi di set pertama yang berjalan ketat dengan banyak gim berakhir deuce. Sementara itu, Swiatek kesulitan menjaga konsistensi dan hanya membukukan 10 winner dengan 25 kesalahan sendiri.
Kemenangan ini menjadi yang ke-18 bagi Rybakina dari 19 pertandingan terakhirnya sejak Oktober 2025, sekaligus kemenangan kedelapan beruntun atas petenis papan atas dunia.
Rybakina menilai performa impresifnya tak lepas dari kepercayaan diri yang ia bangun pada akhir musim lalu, termasuk saat menjuarai WTA Finals Riyadh tanpa terkalahkan.
“Di akhir musim lalu, saya mendapat banyak kepercayaan diri dari pertandingan-pertandingan sulit. Itu yang saya coba bawa ke musim ini,” jelasnya.
Meski demikian, Rybakina menegaskan masih ada aspek permainan yang perlu terus diasah. Ia menekankan pentingnya keberanian mengambil risiko demi menjaga karakter permainannya.
“Masih banyak yang harus diperbaiki, tapi yang terpenting bagi saya adalah tetap agresif setiap kali ada kesempatan. Hari ini beberapa pukulan sangat tipis di garis, dan beruntung hasilnya berpihak pada saya,” tutupnya.