Senin, 31 Agustus 2026

Ini Hasil Penelitian Survei Politik LIPI di 34 Provinsi


 Ini Hasil Penelitian Survei Politik LIPI di 34 Provinsi Kepala LIPI, Laksana Tri Handoko. (Net)

JAKARTA, ARAHKITA.COM -“Seluruh kegiatan riset LIPI dilakukan melalui pendekatan ilmiah dan sesuai dengan kebebasan akademis yang dimiliki oleh institusi riset,” ujar Kepala LIPI, Laksana Tri Handoko.

Survei ini sendiri dilakukan di 34 provinsi di Indonesia dengan sampel sebanyak 2.100 responden yang memiliki hak pilih sesuai undang-undang. Metode pengambilan sampel dilakukan secara Multistage Random Sampling dengan sebaran responden laki-laki dan perempuan masing-masing 50% dan perbandingan komposisi Jawa dan luar Jawa 56,2% berbanding 43,8%. Tingkat Margin of Error (MoE) dalam survei ini adalah 2,14%.

“Tujuan utama dari survei ini adalah untuk memberikan arah dan pencerahan bagi masyarakat dalam rangka pembentukan fondasi yang kokoh bagi Indonesia baru yang rasional, adil, dan demokratis,” terang Handoko.

Selain itu, menurut Handoko, survei ini juga bertujuan memberikan data dan timbangan ilmiah secara empiris dan obyektif sebagai bentuk tanggung jawab LIPI, baik kepada pemangku kepentingan, masyarakat, dan komunitas akademis. “LIPI mengharapkan agar hasil survei dapat menjadi salah satu upaya dalam menciptakan pendewasaan politik kepada seluruh anak bangsa,” terangnya.

Handoko mengungkapkan tentu saja tidak semua kalangan dapat terpuaskan dari hasil survei yang dilakukan oleh berbagai lembaga penelitian, termasuk dari LIPI sendiri.

“Hal itu adalah sebuah realitas yang sulit dihindari. Namun hal itu hendaknya tidak membuat kegaduhan berkepanjangan yang kontraproduktif dari maksud–maksud akademis dilakukannya survei itu sendiri.”

Deputi Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan LIPI, Tri Nuke Pudjiastuti, menyatakan pihaknya mengundang berbagai pihak untuk berdiskusi dan bersama-sama menganalisis hasil survei yang telah dikerjakan.

“Secara moral, LIPI dituntut untuk mampu senantiasa meningkatkan kualitas metode penelitian dan kajian. Kegiatan survei ini murni berasal dari insiatif akademik para peneliti yang patut dilihat sebagai bagian dari kebebasan mimbar akademik yang dilindungi oleh Negara,” tutupnya.

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Politik Terbaru