Selasa, 27 Januari 2026

Menata Kehidupan Pasangan Setelah Menikah


 Menata Kehidupan Pasangan Setelah Menikah Komunikasi menjadi salah satu faktor penting yang akan menentukan kebahagiaan dalam kehidupan pernikahan. (Net)

PERKAWINAN tak sesederhana seperti saat Anda mempersiapkan pesta pernikahan. Namun kebanyakan orang yang ingin menikah hanya fokus pada persiapan pesta, penataan dekorasi, menu yang disajikan, rencana bulan madu, dan sebagainya. Padahal yang terpenting dari pernikahan justru kehidupan setelah pesta besar itu berakhir.

PrioritasDalam pernikahan, tentu harus ada prioritas. Jangan sampai setelah memasuki kehidupan pernikahan, Anda dan pasangan malah memiliki prioritas yang berbeda akibat tidak ditentukan sejak mulai merencanakan pernikahan. Misalnya prioritas antara pekerjaan dan keluarga. Banyak orang terkadang lupa keluarga karena terlalu asyik bekerja. Oleh karena itu, para pasangan yang ingin menikah seharusnya telah menentukan prioritas agar kepentingan bersama dapat tercapai. Bicarakan dari awal dan temukan kesepakatan agar prioritas Anda berdua sama.

KomunikasiKomunikasi menjadi salah satu faktor penting yang akan menentukan kebahagiaan dalam kehidupan pernikahan. Banyak pasangan menghadapi berbagai masalah yang sebenarnya bisa dihindari karena komunikasi yang tertutup dan tidak lancar. Masalah kecil bisa menjadi besar jika Anda dan si dia gagal menerapkan pola berkomunikasi yang baik. Tak adil jika baik Anda atau si dia berharap pasangannya diberkahi kemampuan bertelepati sehingga Anda berdua bisa sama-sama tahu isi kepala masing-masing tanpa perlu mengucapkan kata-kata. Cari waktu yang tepat, bicarakan masalah yang ada dengan nada menyenangkan dan kalimat positif. Percaya deh, Anda tak perlu jadi ahli komunikasi hanya untuk membuat si dia paham isi hati dan harapan Anda. Begitu pula sebaliknya.

Perbedaan

Janji Pernikahan-1Konflik sangat mungkin hadir dalam kehidupan pernikahan. Penyebabnya bisa oleh berbagai macam hal contohnya,perbedaan karakter, perbedaan persepsi, dan juga perbedaan pengertian tentang tugas dan tanggung jawab masing-masing. Hindari menyelesaikan konflik dengan cara “mengalah asal damai” yang kerap jadi pilihan favorit beberapa pasangan untuk menyelesaikan masalah. Beberapa yang lain lebih suka menyelesaikan masalah dengan diam. Sedangkan yang selalu ingin menang, sering menggunakan cara untuk menyelesaikan masalah dengan berteriak atau bahkan mengancam. Jalan lain adalah dengan berkompromi.

Cara yang bijaksana tentu saja dengan menyelesaikan langsung masalah tanpa menunggunya hingga berlarut-larut. Ini bisa berhasil jika Anda dan si dia mau duduk bersama dan berkomunikasi. Bicara dari hati ke hati demi kebaikan bersama dan menjaga keutuhan perkawinan Anda. Tanamkan kesadaran untuk mencari penyelesaian tanpa saling tunjuk, saling tuduh, dan melempar kata-kata kasar.

Tak ada yang bilang mengatasi perbedaan adalah tugas yang mudah. Jika bukan perbedaan yang mendasar, ada baiknya Anda dan si dia melakukan kompromi karena perbedaan adalah sesuatu yang patut untuk dimaklumi. Setiap manusia diciptakan berbeda satu sama lain dan memiliki karakter masing-masing. Tapi justru dengan perbedaan yang ada Anda dan si dia mendapat kesempatan untuk saling melengkapi. Perbedaan-perbedaan itulah yang mengharuskan pasangan suami istri untuk selalu berpikir positif kepada pasangannya karena memang tidak ada manusia yang sempurna, bukan?

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Wedding Terbaru