Selasa, 27 Januari 2026

Mengenal Ragam Ritual Pernihakan


  • Selasa, 25 September 2018 | 11:25
  • | Wedding
 Mengenal Ragam Ritual Pernihakan Baju pengantin merupakan salah satu ragam ritual pernikahan. (Net)

BERBAGAI ritual yang dilakukan di pernikahan, termasuk misalnya melempar beras dan makan kue tart. Di bawah ini tercatat berbagai ritual pernikahan dan kisah di belakang ritual tersebut:

Baju Pengantin* Mengenakan warna putih, dimulai sekitar 150 tahun lalu.* Warna putih digunakan sebagai simbol kemudaan dan kesucian.* Merah dan oranye juga popluler di Asia dan Timur Tengah, dimana dianggap sebagai warna kebahagiaan dan kemeriahan.

Cake* Menggunakan gandum dan biji-bijian dalam kue tart pernikahan adalah simbol kuno untuk kesuburan.* Pada zaman Romawi Kuno, roti tipis dipecahkan diatas kepala pengantin, dan remah roti yang nada disimpan dan dibawa pulang tamu sebagai keberuntungan.* Roti bertingkat berasal dari Inggris Kuno, dimana pengantin berciuman diatas beberapa tumpuk kue kecil-kecil.

Towel Cake by Farida Denura

Tenda*Tenda ini berasal dari tradisi kaum Yahudi. Tenda ini disebut huppah. Pasangan pengantin dan pendeta berdiri di atas tenda kain pada saat upacara menyimbolkan rumah baru pasangan ini.

Bunga* Pengantin Romawi kuno, mengenakan seikat bumbu daun-daunan di bawah cadar sebagai simbol kemurnian.* Bunga jeruk adalah simbol kebahagiaan dan kesuburan, karena pohon jeruk berbuah dan berbunga bersamaan* Mawar adalah bunga cinta, sehingga di Eropa, dimana Mawar berkembang penuh pada bulan Juni, menjadikan bulan ini sebagai bulan pernikahan.* Orang Yunani percaya bahwa ivy adalah simbol cinta tak berakhir. Sampai sekarang Ivy masih dipakai sebagai hiasan untuk buket pernikahan.

Gadis Pembawa Bunga* Pertama kali muncul di acara pernikahan abad pertengahan. Dua kakak beradik (biasanya) yang diberi baju yang sama, membawa gandum di depan prosesi pernikahan. Setelah itu, bunga menggantikan gandum, dan mulai digunakan tradisi untuk menaburkan bunga di kaki pengantin.

Memecah Gelas* Di akhir upacara pernikahan kaum Yahudi, gelas anggur dibungkus dengan kain putih dan diletakkan di tanah. Pengantin pria memecahkannya dengan menginjak. Hal ini adalah simbol penghancuran kuil Yahudi kuno, dan digunakan sebagai pengingat bahwa pernikahan itu serius dan tidak bisa diputar balikkan.

Bulan Madu* Liburan pertama berdua oleh pasangan yang menikah, berasal dari tradisi menyembunyikan istri yang berhasil ia "menangkan".* Bangsa Teuton, salah satu suku Jerman Kuno-lah yang memberikan nama ini. Setelah upacara pernikahan, pengantin harus minum madu sampai bulan mati.

Melempar Beras* Beras adalah simbol kesuburan dan umur panjang. Para tamu melempari beras kepada pasangan sebagai simbol harapan anak dan hidup yang menyenangkan.

Cincin* Cincin pertunangan berasal dari kebiasaan untuk menukar cincin untuk menyetujui suatu perjanjian

*Cincin berbentuk lingkaran dan tanpa ujung. Suatu simbol cinta abadi.* Cincin kawin di jari manis tangan kiri karena dipercaya ada syaraf atau nadi yang langsung berhubungan dengan jantung

Cadar* Orang Romawi mengenakan cadar sekitar 2000 tahun lalu. Cadar adalah simbol kerendahan hati dan kerahasiaan, dan hanya boleh dibuka oleh sang suami setelah upacara pernikahan.* Orang Amerika pertama yang mengenakan cadar adalah Nelly Custis, anak dari Martha Washington, Ibu Negara pertama Amerika. Ia mengenakan cadar untuk menyenangkan sang suami, yang pernah mengatakan betapa cantiknya Nelly walaupun dilihat dari balik jendela dengan gorden renda.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Wedding Terbaru