Selasa, 27 Januari 2026

7 Kiat Bertahan di Masa Pandemi


 7 Kiat Bertahan di Masa Pandemi Bertahan di masa pandemi (Net)

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Masa pandemi yang masih akan terus berlanjut, menimbulkankan kekhawatiran terhadap krisis ekonomi akibat pelemahan ekonomi global sebagai imbas pandemi COVID-19. Kondisi ini pun telah menjadi ancaman besar bagi kelangsungan perekonomian nasional.

Dalam situasi krisis, UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) yang merupakan salah satu penggerak ekonomi domestik dan menyerap tenaga kerja telah mengalami kegoncangan. Pandemi COVID-19 memang mempengaruhi laju perekonomian negeri, lantaran dinamika perdagangan mengalami stagnasi.

Meski begitu, laju perdagangan tetap harus berjalan. Masyarakat pun masih menaruh harapan terhadap bakal membaiknya situasi sulit ini. Beberapa kiat ini, bisa menjadi panduan agar sektor UMKM tetap bergairah.

Langkah pertama, memastikan bahwa cashflow terjaga dengan baik. Arus kas adalah salah satu unsur yang paling penting dalam berbisnis. Sehingga suatu bisnis harus mampu mengelola uang tunai secara optimal dan baik. Jika tidak maka risikonya bisnis yang Anda jalankan mengalami kebangkrutan.

Untuk itu penting bagi Anda untuk menjaga kondisi arus kas agar tetap seimbang. Pengelolaan arus kas dapat menentukan hidup dan matinya bisnis Anda. Misalnya dalam situasi seperti saat ini, pelaku bisnis rentan melakukan penagihan atau pembayaran secara langsung kepada mitra usaha. Pasalnya, hal itu bisa meningkatkan risiko terkena Virus Corona.

Langkah kedua, merencanakan ulang pendapatan dan memangkas anggaran biaya. Rencana anggaran biaya dalam bisnis adalah sebuah outline yang sengaja dibuat untuk mengorganisir bisnis mereka sesuai dengan budget atau pengeluaran yang diperlukan. Langkah ini perlu dilakukan terutama untuk mengevaluasi kinerja bisnis, apakah menguntungkan atau justru dalam posisi rugi.

Tidak hanya itu, membuat rencana anggaran biaya terbilang sangat penting dalam bisnis untuk mengkalkulasikan seluruh anggaran yang akan dilakukan dalam business plan di periode selanjutnya. Tanpa adanya rencana yang jelas, pengusaha akan merasa kesulitan untuk menentukan biaya modal yang akan digelontorkan dan target pendapatan yang ingin dicapai.

Di saat situasi ekonomi terpuruk akibat Virus Corona, pelaku bisnis harus benar-benar jeli dalam mengambil keputusan. Diperlukan strategi yang tepat demi kelangsungan usaha. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah membuat pembukuan perusahaan yang rapi. Seluruh transaksi keuangan, baik pemasukan, pengeluaran, dan transaksi lainnya harus terdokumentasi dengan baik.

Langkah ketiga, membuat inovasi yang sesuai dengan kebutuhan pasar. Selama menjalani masa pandemi ini, kita memang diwajibkan mengikuti protokol kesehatan dalam beraktivitas sehari-hari. Akibatnya, banyak hal yang berubah semenjak pandemi terjadi, termasuk kebutuhan pasar. Misalnya saja, kini masker menjadi kebutuhan pokok karena kita perlu memakainya saat ke luar rumah. Oleh karenanya, kita perlu jeli untuk melihat berbagai peluang yang ada di sekitar kita. Kemudian, ciptakan suatu inovasi yang dapat memenuhi kebutuhan pasar. Dengan demikian, kita tetap bisa mendapatkan untung dan bisnis pun terselamatkan.

Langkah keempat, melakukan promosi online secara terus-menerus. Jika selama ini promosi bisnis hanya dilakukan secara offline, kini saatnya UMKM agar go digital, alias memanfaatkan teknologi untuk menunjang aktivitas bisnis. Salah satu aktivitas yang perlu dilakukan secara digital adalah kegiatan promosi.

Selama pandemi, masyarakat lebih banyak beraktivitas di rumah saja. Hal ini mempersulit kegiatan promosi secara offline. Dengan demikian, mau tidak mau UMKM perlu merambah dunia maya untuk berpromosi, agar bisnis tidak terlupakan.Ada banyak media yang bisa dimanfaatkan untuk berpromosi. Anda bisa membuatkan media sosial khusus untuk usaha Anda, misalnya dengan membuat akun Instagram, Facebook, dan Twitter, Tiktok, dan sebagainya. Selain itu, Anda juga bisa memanfaatkan e-commerce alias wadah khusus untuk jual beli online.

Langkah kelima, memperhatikan tren yang sedang berkembang. Bila telah melakukan kiat-kiat sebelumnya, perhatian pada isu gaya hidup masyarakat kekiniah, juga perlu menjadi priortas. Banyak kebiasaan baru yang berkembang dari situasi seperti ini.

Kebiasaan baru juga dapat menjadi peluang baru untuk mencari rezeki. Selalu ada celah yang bisa dimanfaatkan dari tren yang sedang berkembang. Misalnya saja, Anda adalah pelaku usaha kuliner. Anda bisa mengamati tren kuliner yang sedang viral di masyarakat, kemudian memproduksi menu sesuai dengan tren terkini. Namun, hal ini tak berarti kita harus selalu mengikuti tren. Kunci pentingnya adalah selalu jeli mencari peluang dan menjadi kreatif.

Langkah keenam, senantiasa memonitor transaksi binis yang terjadi. Para pelaku bisnis tak terlepas dari aktivitas transaksi perbankan. Untuk menghindari risiko terkena Virus Corona di ruang publik, Anda sebaiknya menghindari kunjungan ke kantor cabang perbankan secara langsung dan lebih memilih transaksi via online.

Langkah ketujuh, memperhatikan kondisi stok barang. Penyebaran Virus Corona yang semakin agresif membuat Anda perlu berpikir dua kali untuk mengunjungi gudang usaha secara langsung. Langkah alternatif yang perlu dilakukan adalah memeriksa status persediaan barang secara berkala melalui jarak jauh.

Demikianlah beberapa kiat yang bisa dilakukan untuk menstabilkan kondisi usaha yang tengah dijalani. Meski masih menjalani saat-saat sulit, harapan dan rencana perlu dibuat agar bisnis tetap berjalan dengan baik.


Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Arah Preneur Terbaru