Pertamina Tegaskan Aset Migas di Venezuela Aman Meski Situasi Memanas


 Pertamina Tegaskan Aset Migas di Venezuela Aman Meski Situasi Memanas Ilustrasi - Fasilitas produksi migas PT Pertamina Internasional EP (PIEP). ANTARA/HO-Pertamina Internasional EP

JAKARTA, ARAHKITA.COM – PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP) memastikan bahwa seluruh aset minyak dan gas yang dikelolanya di Venezuela tetap dalam kondisi aman, menyusul eskalasi situasi politik dan militer di negara Amerika Selatan tersebut.

PIEP menyampaikan bahwa hingga saat ini tidak ditemukan gangguan terhadap operasional maupun keselamatan pekerja di lapangan migas yang dikelola oleh Maurel & Prom (M&P), perusahaan energi asal Prancis yang mayoritas sahamnya dikuasai Pertamina.

“Berdasarkan pemantauan terbaru, tidak terdapat dampak terhadap aset dan staf M&P di Venezuela,” ujar Manager Relations PIEP, Dhaneswari Retnowardhani, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (5/1/2025).

Sebagai langkah antisipatif, PIEP terus menjalin koordinasi intensif dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Caracas. Langkah ini dilakukan untuk memastikan keamanan seluruh personel serta menjaga keberlangsungan kegiatan operasional perusahaan.

PIEP menegaskan bahwa ekspansi dan pengelolaan aset migas di luar negeri merupakan bagian dari strategi jangka panjang Pertamina dalam mendukung ketahanan energi nasional. Saat ini, Pertamina tercatat memiliki aset hulu migas di 11 negara, termasuk Aljazair, Malaysia, Irak, Prancis, Italia, Tanzania, Gabon, Nigeria, Kolombia, Angola, dan Venezuela dikutip Antara.

Situasi Venezuela sendiri tengah menjadi perhatian dunia internasional setelah meningkatnya ketegangan politik dan keamanan. Presiden Nicolas Maduro dilaporkan ditangkap dan dibawa ke Amerika Serikat, menyusul operasi militer yang menargetkan sejumlah instalasi sipil dan militer.

Presiden AS Donald Trump menyatakan pemerintahannya akan mengambil alih kendali sementara atas Venezuela hingga proses transisi kekuasaan selesai. Ia juga mengumumkan rencana investasi bernilai miliaran dolar oleh perusahaan minyak AS guna memulihkan produksi energi di negara tersebut.

Menanggapi perkembangan ini, Pemerintah Indonesia mengimbau seluruh pihak untuk mengedepankan dialog, menahan diri, serta mematuhi hukum internasional, termasuk Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan hukum humaniter internasional.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru