Loading
Tangkapan layar - Presiden Prabowo Subianto dalam peresmian Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (12/1/2026). (ANTARA/Youtube Sekretariat Presiden)
BALIKPAPAN, ARAHKITA.COM – Senin (12/1/2026) menjadi momen bersejarah sekaligus ajang "bersih-bersih" bagi Presiden Prabowo Subianto. Saat meresmikan megaproyek Refinery Development Master Plan (RDMP) di Balikpapan, Kalimantan Timur, Prabowo tak ragu menyentil praktik culas mark-up yang selama ini menghantui proyek negara.
Dengan nada bicara yang tegas, Prabowo menyebut penggelembungan anggaran atau mark-up bukan sekadar salah administrasi, melainkan tindak pidana nyata. "Malu kita dengan bangsa lain, terutama dengan rakyat sendiri. Praktik mark-up itu penipuan. Itu pencurian di siang bolong!" tegasnya di hadapan para undangan.
Peringatan Keras untuk Pejabat "Pola Lama" Presiden mengingatkan bahwa di era teknologi saat ini, nyaris tidak ada celah untuk bersembunyi. Segala bentuk manipulasi akan lebih mudah terendus. Ia merasa prihatin jika masih ada pejabat atau direksi yang mencoba peruntungan dengan cara-cara kotor masa lalu.
Baca juga:
Indonesia Tegas: Pemerintah Tolak Visa Atlet Senam Israel untuk Kejuaraan Dunia di Jakarta"Saya tidak tahu sudah berapa banyak direksi Pertamina yang masuk penjara," ujar Prabowo retoris. Baginya, Indonesia saat ini menuntut manajemen terbaik yang profesional dan bertanggung jawab, bukan yang sibuk mencari keuntungan pribadi dari proyek rakyat.
Tonggak Sejarah Setelah 32 Tahun
Peresmian RDMP Balikpapan ini memang bukan agenda biasa. Ini adalah peresmian infrastruktur energi terintegrasi pertama dalam 32 tahun terakhir, sejak terakhir kali dilakukan pada 1994. Sebagai kilang minyak terbesar di tanah air, RDMP Balikpapan diharapkan menjadi senjata utama Indonesia untuk memangkas ketergantungan impor BBM.
Prabowo optimistis, dengan kekayaan alam mulai dari kelapa sawit, geotermal, hingga tenaga surya, Indonesia punya modal kuat untuk berdaulat.
"Kita tidak boleh tergantung energi dari luar. Kita ingin merdeka dan kita mampu. Semua karunia Yang Maha Kuasa ada di sini," pungkasnya dikutip Antara.