Komisi VII DPR Dorong BSD City Jadi Percontohan Kawasan Industri Terpadu dan Ramah Lingkungan


 Komisi VII DPR Dorong BSD City Jadi Percontohan Kawasan Industri Terpadu dan Ramah Lingkungan Anggota DPR RI Komisi VII, Hendry Munief, (ANTARA/HO-Komisi VII)

JAKARTA, ARAHKITA.COM – Anggota DPR RI Komisi VII Hendry Munief mendorong BSD City, Tangerang, Banten, untuk dijadikan percontohan nasional dalam pengembangan kawasan industri. Menurutnya, konsep kawasan ini tidak hanya modern dan tertata, tetapi juga menaruh perhatian pada kelestarian lingkungan, tenaga kerja lokal, serta pemberdayaan UMKM.

Dalam keterangannya di Jakarta pada Jumat (16/1/2026) Hendry menyebut kawasan BSD—terutama Taman Tekno BSD—sebagai contoh kawasan industri yang mampu membangun ekosistem secara utuh. Industri tidak berdiri sendiri, melainkan terhubung dengan fasilitas pendukung seperti kawasan perumahan, ruang terbuka hijau, area wisata, hingga danau.

“Industri yang kita lihat hari ini di Taman Tekno BSD City merupakan kawasan industri yang sangat luar biasa dan komprehensif. Ini menjadi contoh yang sangat baik dan saya berharap Kementerian Perindustrian dapat menjadikannya referensi dalam penyusunan Rancangan Undang-Undang Kawasan Industri,” ujar Hendry.

Hendry menilai, pola pengembangan seperti di BSD City layak direplikasi di wilayah lain, tidak terbatas di Pulau Jawa. Bahkan, ia menyebut sejumlah kawasan industri di daerah pemilihannya di Provinsi Riau yang terus berkembang dan bisa mengambil pelajaran dari model BSD.

Ia mencontohkan Kawasan Industri Tenayan di Pekanbaru, Kawasan Industri Tanjung Buton di Kabupaten Siak, dan kawasan industri lainnya di Riau yang menunjukkan pertumbuhan cukup signifikan. Menurutnya, pembangunan kawasan industri yang matang harus memikirkan integrasi, konektivitas, serta dampaknya bagi masyarakat sekitar.

AMDAL Jangan Sekadar Formalitas

Selain bicara soal integrasi kawasan, Hendry juga menekankan pentingnya menjadikan aspek lingkungan sebagai fondasi utama pembangunan industri. Ia mengingatkan agar dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) tidak berhenti sebagai syarat administratif.

“Sejak terjadinya sejumlah bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, kita melihat bahwa AMDAL menjadi hal yang sangat penting. Bukan hanya sekadar selembar kertas izin, tetapi harus benar-benar diterapkan dengan baik. Di sinilah fungsi pengawasan kami sebagai anggota DPR,” kata dia.

Drainase Jadi Kunci: Kawasan Indah Percuma Kalau Banjir

Dalam kesempatan itu, Hendry juga menyoroti pentingnya sistem drainase yang sehat. Ia menilai kawasan industri dan hunian harus benar-benar nyaman dan aman. Sebagus apa pun kawasan dibangun, kata Hendry, nilai estetika akan runtuh jika wilayah tersebut rawan banjir.

Karena itu, ia menekankan drainase perlu mendapat perawatan berkala, pemantauan rutin, dan tindakan cepat ketika curah hujan tinggi. Ia turut mengapresiasi respons penanganan banjir di BSD City yang dinilainya berjalan cukup cepat dan terkoordinasi.

Ia juga berharap daerah-daerah lain memiliki tim gerak cepat yang sigap merespons situasi darurat berdasarkan data, termasuk informasi dari BMKG untuk mengantisipasi hujan ekstrem, luapan sungai, maupun penyumbatan saluran air.

Tenaga Kerja Lokal dan UMKM Harus Jadi Prioritas

Tak kalah penting, Hendry menegaskan bahwa kawasan industri seharusnya menjadi mesin pertumbuhan ekonomi yang berpihak pada masyarakat sekitar. Artinya, penyerapan tenaga kerja lokal harus menjadi prioritas utama, disusul penguatan UMKM agar masuk dalam rantai pasok industri.

“Tenaga kerja lokal harus mendapatkan perhatian pertama. Namun yang tidak kalah penting adalah pendidikan vokasi. Kolaborasi antara industri dan pendidikan vokasi harus benar-benar selaras dengan kebutuhan dunia industri,” katanya dikutip Antara.

Sebagai contoh, ia menyebut kawasan industri MM2100 di Cikarang, Bekasi, yang dinilai berhasil karena perusahaan-perusahaan industri aktif bekerja sama dengan lembaga pendidikan vokasi. Mereka ikut menentukan jurusan dan keterampilan yang dibutuhkan sehingga lulusan yang lahir benar-benar siap kerja.

Model seperti itu, menurut Hendry, bukan hanya menciptakan tenaga kerja terampil, tetapi juga mendorong UMKM sekitar agar terlibat sebagai mitra usaha dan bagian dari pertumbuhan ekonomi kawasan.

Dengan konsep yang terintegrasi, peduli lingkungan, serta berpihak pada tenaga kerja lokal dan UMKM, Hendry berharap kawasan seperti BSD City bisa menjadi standar baru pembangunan kawasan industri di Indonesia.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru