Loading
Suasana Blok M Space yang menjadi kawasan nongkrong anak muda, Jakarta Selatan, Rabu (21/1/2026). ANTARA/Luthfia Miranda Putri.
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Kebayoran Baru kembali jadi sorotan. Kawasan di Jakarta Selatan itu diproyeksikan menjadi salah satu etalase penting transformasi Jakarta: pusat bisnis berstandar internasional, sekaligus ruang urban yang tetap merawat jejak sejarahnya.
Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan, Muhammad Anwar, menyebut Kebayoran Baru bakal diarahkan untuk dua fokus besar: penguatan bisnis global dan pemugaran bangunan bersejarah agar bisa menjadi bagian dari destinasi wisata urban serta budaya.
“Kebayoran Baru diarahkan menjadi pusat bisnis berskala internasional dan pemugaran bangunan bersejarah dalam destinasi wisata urban dan budaya,” kata Anwar saat Sidang Pleno rangkaian Musrenbang tingkat kecamatan di Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Rabu (21/1/2026).
Namun Kebayoran Baru bukan satu-satunya titik yang dipetakan dalam rencana besar pembangunan wilayah. Pemerintah Kota Jakarta Selatan juga menyiapkan beberapa pengembangan kawasan lain dengan karakter masing-masing.
Di Tebet, misalnya, pengembangan diarahkan pada wisata kreatif dan kuliner. Setu Babakan ditargetkan makin kuat sebagai pusat pelestarian budaya melalui
Perkampungan Betawi. Sementara Blok M didorong naik kelas sebagai salah satu ikon kota modern—bahkan disiapkan menjadi “ibu kota diplomatik” ASEAN. Untuk sektor bisnis, kawasan Setiabudi diproyeksikan menguat sebagai bagian dari segitiga emas Jakarta.
Anwar menegaskan, proses perencanaan ini tidak bisa berjalan sendiri. Ia meminta seluruh kepala unit kerja perangkat daerah (UKPD) ikut aktif sejak tahap forum hingga realisasi program.
Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi kunci agar aspirasi warga tidak hanya berhenti sebagai daftar usulan, tetapi benar-benar bisa diwujudkan.
“Sinergi lintas sektor adalah kunci untuk memastikan seluruh aspirasi masyarakat dapat diakomodasi dan direalisasikan secara maksimal,” ujarnya dikutip Antara.
Di tingkat provinsi, Pemprov DKI Jakarta sudah menetapkan delapan isu strategis sebagai arah pembangunan daerah. Mulai dari peningkatan kualitas modal manusia, penguatan ekonomi yang produktif dan kompetitif, hingga memastikan kecukupan penghidupan warga.
Isu strategis lainnya mencakup penguatan ketahanan masyarakat, pemerintahan yang dinamis dan responsif, pemenuhan infrastruktur kota, penguatan ekosistem yang berketahanan iklim, serta peningkatan konektivitas kawasan untuk mendukung aktivitas warga.
Dengan kerangka itu, Jakarta Selatan akan difokuskan pada pembangunan yang menyasar produktivitas bisnis berinvestasi tinggi, pengembangan pusat retail dan inovasi bisnis, pertumbuhan ekonomi kreatif, serta peningkatan kualitas lingkungan—mulai dari serapan air hingga pengendalian kualitas udara.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung juga telah menginstruksikan lima wali kota serta Bupati Kepulauan Seribu untuk segera berkoordinasi dengan Kepala Bappeda DKI agar seluruh usulan Musrenbang bisa ditindaklanjuti secara lebih terukur.