Selasa, 27 Januari 2026

​Dibalik Prabowonomics di Davos: Danantara Jadi ‘Senjata Utama‘ Tarik Investor Dunia


 ​Dibalik Prabowonomics di Davos: Danantara Jadi ‘Senjata Utama‘ Tarik Investor Dunia Presiden Prabowo Subianto berpidato secara khusus di acara Annual Meeting Davos, World Economic Forum (WEF) 2026 di Congress Hall WEF, Kota Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026). ANTARA/HO-Tim Media Presiden Prabowo Subianto

​JAKARTA, ARAHKITA.COM – Konsep "Prabowonomics" resmi diperkenalkan Presiden Prabowo Subianto di panggung World Economic Forum (WEF) 2026, Davos, Swiss. Direktur Eksekutif Celios, Bhima Yudhistira, menilai kehadiran Danantara menjadi kunci utama dalam pidato tersebut untuk menarik kolaborasi investasi industri global.

​"Kuncinya ada pada Danantara. Presiden mengajak para peserta WEF untuk melakukan co-invest atau kerja sama investasi industri," ungkap Bhima pada Jumat (23/1/2026).

Dalam pidatonya, Prabowo tampil percaya diri memaparkan capaian satu tahun pemerintahannya. Ia menekankan bahwa ekonomi Indonesia tetap kokoh di tengah ketidakpastian global. Hal ini dibuktikan dengan defisit APBN yang terjaga di bawah 3% serta pengelolaan utang yang tetap sehat.

​Langkah ini dinilai strategis untuk meredam kekhawatiran pasar global. "Harapannya, investor kini melihat Indonesia sebagai negara dengan risiko fiskal yang terkelola dengan baik," tambah Bhima dikutip Antara.

​Selain isu makro, Prabowo juga menyoroti program kerakyatan seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Namun, salah satu poin terkuat yang disoroti adalah ketegasan hukum (rule of law). Bhima mengapresiasi kerja cepat Satgas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) yang telah mencabut izin 28 perusahaan bermasalah.

Meski banjir apresiasi, Bhima memberikan catatan penting. Menurutnya, Prabowo sedikit melewatkan peluang besar di sektor transisi energi, khususnya terkait rencana instalasi 100 GW panel surya di desa-desa. Padahal, banyak investor di WEF yang sangat tertarik pada isu energi hijau.

 

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru