Loading
Gubernur BI Perry Warjiyo. (Foto: madaninews.id)
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Bank Indonesia (BI) kembali mengambil langkah strategis untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Mulai 1 April 2026, bank sentral akan mengatur ulang batas (threshold) transaksi di pasar valuta asing (valas).
Kebijakan ini bukan sekadar penyesuaian teknis, melainkan bagian dari upaya besar BI untuk memastikan pergerakan rupiah tetap stabil di tengah dinamika global yang tidak menentu.
Gubernur BI, Perry Warjiyo, menegaskan bahwa pihaknya akan bertindak “all out” dalam menjaga nilai tukar.
Baca juga:
Dasco Apresiasi Langkah BI Perluas Transaksi Rupiah-Renminbi, Kurangi Ketergantungan Dolar AS“Bank Indonesia berkomitmen penuh menjaga stabilitas nilai tukar dengan berbagai instrumen kebijakan moneter yang kami miliki,” ujarnya dalam konferensi pers hasil RDG BI.
Batas Beli Valas Dipangkas
Salah satu perubahan paling signifikan adalah penurunan batas pembelian valas terhadap rupiah.
Langkah ini bertujuan menekan transaksi spekulatif dan memastikan pembelian valas benar-benar didasarkan pada kebutuhan riil.
Transaksi Derivatif Justru DilonggarkanDi sisi lain, BI justru memberi ruang lebih luas pada instrumen derivatif valas:
Kebijakan ini diharapkan meningkatkan likuiditas pasar dan memberi fleksibilitas bagi pelaku usaha dalam mengelola risiko nilai tukar.
Deputi Gubernur BI, Thomas Djiwandono, menjelaskan bahwa pendekatan ini dibuat dengan mempertimbangkan kondisi pasar terkini.
“Penyesuaian ini dirancang agar pasar tetap likuid, tapi tidak memberi ruang berlebihan bagi spekulasi,” jelasnya dikutip Antara.
Pengawasan Devisa Diperketat
Tak hanya itu, BI juga memperkuat aturan pelaporan Lalu Lintas Devisa (LLD).
Kini, kewajiban dokumen pendukung untuk transfer dana keluar negeri dalam valas diturunkan:
Artinya, pengawasan terhadap arus dana keluar negeri akan semakin ketat.
Ada Masa Transisi
Untuk memastikan implementasi berjalan mulus, BI memberikan masa transisi selama 1 bulan sejak aturan mulai berlaku.Selama periode ini, pelaku pasar diharapkan dapat menyesuaikan diri dengan ketentuan baru.
Kenapa Kebijakan Ini Penting?
Penyesuaian ini mencerminkan strategi BI dalam menyeimbangkan dua hal:
Dengan kombinasi pembatasan dan pelonggaran yang tepat, BI mencoba memastikan pasar tetap sehat tanpa membuka celah spekulasi berlebihan.