Loading
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso (ANTARA/HO-Kemendag)
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Awal tahun 2026 dibuka dengan kabar positif dari sektor konsumsi. Program Belanja Nasional pada Triwulan I 2026 berhasil mencatatkan transaksi fantastis hingga Rp184,02 triliun, melampaui target awal sebesar Rp172,38 triliun.
Menteri Perdagangan, Budi Santoso, menyebut capaian ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha mampu mendorong daya beli masyarakat secara nyata.
“Realisasi ini menunjukkan bahwa sinergi yang dibangun berhasil menciptakan stimulus konsumsi yang efektif,” ujarnya.
Dua Program Jadi Motor Penggerak
Lonjakan transaksi ini tidak terjadi begitu saja. Ada dua program utama yang menjadi penggerak:
Baca juga:
88 Persen UMKM Masih Andalkan Dana Pribadi, Perbanas Dorong Akses Pembiayaan Lewat UMKM CenterFriday Mubarak, yang diinisiasi oleh Aprindo, mencatat transaksi sebesar Rp129,12 triliun, atau sekitar 8,5% di atas target.
Program ini berlangsung dari 11 Februari hingga 31 Maret 2026 dan melibatkan:
Belanja di Indonesia Aja (BINA) Lebaran, yang digagas Hippindo, turut menyumbang Rp54,9 triliun, melampaui target sebesar 2,8%.
Program ini digelar pada 6–30 Maret 2026 dengan partisipasi:
Kombinasi dua program ini berhasil menciptakan momentum belanja yang kuat, terutama menjelang Ramadan dan Lebaran.
Ramadan dan Lebaran Jadi Pendorong Konsumsi
Tak hanya dari sisi transaksi, jumlah kunjungan ke pusat perbelanjaan juga mengalami peningkatan signifikan. Data dari APPBI menunjukkan adanya kenaikan kunjungan hingga 12% selama periode Ramadan dan Idulfitri 2026 dibandingkan tahun sebelumnya.
Kategori belanja yang paling mendominasi adalah:
Fenomena ini memperlihatkan bahwa momen keagamaan masih menjadi salah satu pendorong utama konsumsi masyarakat Indonesia.
Optimisme Berlanjut Sepanjang 2026
Pemerintah optimistis tren positif ini akan terus berlanjut. Bahkan, pertumbuhan kunjungan ke pusat perbelanjaan diproyeksikan tetap tumbuh di atas 10% secara tahunan (year-on-year) pada Triwulan I 2026.
Ke depan, pemerintah akan terus memperkuat kolaborasi dengan:
Langkah ini diharapkan mampu menjaga stabilitas konsumsi domestik sekaligus memperkuat ekosistem perdagangan dalam negeri dikutip Antara.
Fondasi Kuat Ekonomi 2026
Capaian Rp184 triliun di awal tahun bukan sekadar angka, tetapi menjadi sinyal bahwa ekonomi domestik bergerak ke arah yang lebih kuat. Konsumsi yang terjaga akan menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2026.