Loading
Ilustrasi pengiriman batu bara sebagai bahan bakar Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) menggunakan kapal Baruna Power 3301 milik PT PLN Energi Primer Indonesia. (ANTARA/HO-PLN)
JAKARTA, ARAHKITA.COM – PT PLN (Persero) berhasil memulihkan satu pembangkit listrik berkapasitas besar di Pulau Jawa yang sebelumnya mengalami gangguan teknis sejak pekan lalu. Kembalinya pembangkit tersebut menjadi kabar positif bagi sistem kelistrikan nasional karena langsung memperkuat pasokan listrik di wilayah dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengungkapkan bahwa pembangkit tersebut telah berhasil disinkronkan kembali dengan sistem interkoneksi kelistrikan Jawa dan mulai memasok energi ke jaringan.
"Ada kabar yang baik, tadi malam satu pembangkit besar berhasil dipulihkan dan sinkron dengan sistem kelistrikan di Pulau Jawa dan mulai memasok listrik untuk sistem di Pulau Jawa," ujar Darmawan di Istana Negara, Senin (22/6/2026).
Dampak Pemadaman Mulai Berkurang
Masuknya kembali pembangkit berkapasitas besar tersebut memberikan dampak signifikan terhadap stabilitas pasokan listrik. PLN menyebut kondisi ini membantu mengurangi kebutuhan pemadaman bergilir yang sempat dilakukan di sejumlah wilayah Jawa akibat terganggunya pasokan daya.
Menurut Darmawan, pembangkit yang telah kembali beroperasi itu merupakan salah satu dari dua pembangkit besar milik mitra PLN yang keluar dari sistem karena kendala teknis pada Jumat (19/6/2026).
Gangguan tersebut sempat memengaruhi keseimbangan pasokan listrik di Pulau Jawa. Karena itu, PLN bergerak cepat dengan mengerahkan tim teknis dan para ahli untuk melakukan percepatan pemulihan bersama pihak pengelola pembangkit.
PLN Kerahkan Tim Khusus
Sejak gangguan terjadi, PLN bekerja sama secara intensif dengan mitra pembangkit untuk memastikan proses perbaikan berjalan optimal. Langkah ini dilakukan guna mempercepat pengembalian kapasitas pembangkit ke dalam sistem kelistrikan nasional.
Selain fokus pada perbaikan teknis, PLN juga memastikan pasokan energi primer yang menjadi bahan bakar pembangkit kembali tersedia sesuai spesifikasi yang dibutuhkan.
Dengan membaiknya distribusi energi primer, baik pembangkit milik PLN maupun Independent Power Producer (IPP) kini dapat beroperasi lebih optimal.
"Mulai kemarin hari Minggu, kondisi sistem kelistrikan di Pulau Jawa mulai membaik dan pemadaman bergilir berhasil diminimalkan," kata Darmawan.
Pengawasan Diperketat demi Keandalan Sistem
PLN menegaskan akan terus meningkatkan pengawasan terhadap seluruh unit pembangkit dan rantai pasok energi primer guna mencegah gangguan serupa terjadi kembali.
Perusahaan listrik negara itu juga melakukan pemetaan risiko secara menyeluruh, termasuk penguatan infrastruktur pembangkit dan sistem pendukung agar keandalan pasokan listrik di Pulau Jawa semakin terjaga.
"Kami melakukan upaya all out 24 jam tujuh hari seminggu, baik itu dalam melakukan monitoring, memetakan seluruh upaya kami agar perbaikan keandalan sistem listrik di Jawa ini bisa terus terjaga dan bahkan ditingkatkan," tegas Darmawan dikutip Antara.
Apresiasi untuk Mitra dan ESDM
Darmawan turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra pemasok energi dan pengelola pembangkit yang bergerak cepat dalam proses pemulihan. Menurutnya, kolaborasi yang erat antara PLN, mitra pembangkit, dan pemerintah menjadi kunci keberhasilan percepatan perbaikan sistem kelistrikan.
Di bawah koordinasi dan arahan Kementerian ESDM, proses pemulihan berhasil dilakukan dalam waktu relatif singkat sehingga pasokan listrik masyarakat dapat kembali terjaga.
Dengan satu pembangkit besar yang telah kembali beroperasi, PLN optimistis kondisi sistem kelistrikan di Pulau Jawa akan semakin stabil dalam beberapa hari ke depan, sekaligus meningkatkan keandalan layanan listrik bagi masyarakat dan sektor industri.