Pertamina Pride Berhasil Lintasi Selat Hormuz, Pasokan Minyak ke Indonesia Kembali Aman


 Pertamina Pride Berhasil Lintasi Selat Hormuz, Pasokan Minyak ke Indonesia Kembali Aman Kapal tanker very large crude carrier (VLCC) Pertamina Pride. ANTARA/HO-Pertamina

KARAWANG BARAT, ARAHKITA.COM – Kabar baik datang dari jalur pelayaran internasional yang menjadi perhatian dunia. Kapal tanker Very Large Crude Carrier (VLCC) Pertamina Pride akhirnya berhasil melintasi Selat Hormuz dengan aman setelah sempat tertahan sejak Maret 2026. Keberhasilan ini menjadi angin segar bagi kelancaran distribusi minyak mentah ke Indonesia sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Dengan keberhasilan tersebut, seluruh kapal milik PT Pertamina International Shipping (PIS) yang sebelumnya berada di kawasan Teluk Arab kini telah kembali beroperasi secara normal.

Pelaksana Tugas (Pjs) Corporate Secretary PIS, Vega Pita, mengatakan keberhasilan Pertamina Pride menyusul kapal Gamsunoro yang lebih dulu berhasil keluar dari kawasan tersebut.

"Menyusul keberhasilan kapal Gamsunoro, kapal Pertamina Pride juga telah keluar dari area Teluk Arab dan melintasi Selat Hormuz. Artinya, kedua kapal milik PIS yang tertahan sejak Maret lalu kini bisa kembali melanjutkan perjalanan dan beroperasi seperti biasa," ujar Vega dalam keterangannya, Kamis (9/7/2026).

Pertamina Pride mulai bergerak pada Selasa, 7 Juli 2026 pukul 13.00 waktu Dubai atau 16.00 WIB. Kapal kemudian berhasil melewati kawasan kritis dan melintasi Selat Hormuz pada Rabu, 8 Juli 2026 pukul 00.15 WIB.

Keberhasilan pelayaran ini tidak lepas dari proses mitigasi risiko yang dilakukan secara menyeluruh. Sebelum diberangkatkan, PIS melakukan penilaian ketat terhadap berbagai aspek, mulai dari perlindungan asuransi, kesiapan teknis kapal, operasional, keamanan, hingga kondisi awak kapal.

Seluruh proses tersebut menjadi dasar keputusan bahwa Pertamina Pride dinilai aman untuk melanjutkan pelayaran keluar dari Teluk Arab.

Selama berada di jalur pelayaran internasional, kapal juga dipantau selama 24 jam penuh. Awak kapal terus berkoordinasi dengan tim di darat yang siaga di crisis center PIS guna memastikan setiap perkembangan situasi dapat direspons secara cepat.

Vega memastikan seluruh awak kapal berada dalam kondisi aman dan sehat.

Kapal tanker berkapasitas 2 juta barel minyak mentah itu kini langsung melanjutkan pelayaran menuju Cilacap untuk memasok kebutuhan energi nasional.Perjalanan menuju Indonesia diperkirakan memakan waktu sekitar 15 hari, dengan estimasi tiba pada 23 Juli 2026 dikutip Antara.

PIS menegaskan akan terus memantau perkembangan keamanan di jalur pelayaran internasional dan berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan guna memastikan keselamatan awak kapal, keamanan muatan, serta kelancaran distribusi energi nasional.

"PIS menyampaikan terima kasih atas doa, dukungan, dan perhatian dari seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan sehingga kedua kapal, Gamsunoro dan Pertamina Pride, dapat berlayar keluar dari Selat Hormuz," tutup Vega.

 

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru