Minggu, 30 Agustus 2026

Freeport Bidik Produksi 43 Ton Emas pada 2028, Tambang Grasberg Ditarget Pulih 100 Persen


 Freeport Bidik Produksi 43 Ton Emas pada 2028, Tambang Grasberg Ditarget Pulih 100 Persen Arsip foto - Pekerja melintasi areal tambang bawah tanah Grasberg Blok Cave (GBC) yang mengolah konsentrat tembaga di areal PT Freeport Indonesia, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua, Rabu (17/8/2022). ANTARA FOTO/Dian Kandipi/wpa/hp/aa.

JAKARTA, ARAHKITA.COM – PT Freeport Indonesia memasang target ambisius dalam beberapa tahun ke depan. Perusahaan tambang tersebut menargetkan mampu memproduksi 43 ton emas atau sekitar 1,4 juta ons, serta 1,6 miliar pon tembaga pada 2028. Target itu akan tercapai seiring pulihnya kapasitas penuh tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) setelah terdampak longsor pada 2025.

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas mengatakan, peningkatan produksi akan berjalan seiring dengan normalisasi operasional tambang bawah tanah yang kini terus menunjukkan progres pemulihan.

"Tahun 2028 terjadi peningkatan juga, jadi 1,6 miliar pon tembaga dan 1,4 juta ons emas atau 43 ton emas," ujar Tony Wenas dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XII DPR RI di Jakarta, Selasa (14/7/2026).

Target tersebut juga diikuti peningkatan aktivitas penambangan bijih. Pada 2028, Freeport menargetkan rata-rata penambangan mencapai 208 ribu ton bijih per hari, meningkat dibandingkan target 2027 yang berada di angka 170 ribu ton per hari.

Menurut Tony, kenaikan produksi tidak lepas dari proses pemulihan tambang bawah tanah Grasberg Block Cave di Mimika, Papua Tengah, yang sempat terdampak longsor pada 8 September 2025.

Pada semester pertama 2026, kapasitas produksi tambang GBC masih berada di sekitar 50 persen dari kondisi normal. Memasuki semester kedua tahun ini, kapasitas diperkirakan meningkat menjadi 65 persen.

Selanjutnya, pada semester pertama 2027 kapasitas produksi ditargetkan mencapai 75 persen, sebelum akhirnya pulih sepenuhnya atau 100 persen pada semester kedua 2027.

Tony menambahkan, setelah pemulihan selesai, produksi akan kembali berada pada level normal. Bahkan, pada 2029 volume penambangan bijih diperkirakan meningkat hingga 226 ribu ton per hari.

"Tahun 2029 penambangan bijih sudah mencapai 226 ribu ton per hari. Itu adalah tahap level normal atau 100 persen dari produksi kami," katanya dikutip Antara.

Sementara itu, untuk 2026 Freeport masih melakukan penyesuaian produksi akibat proses pemulihan tambang. Rata-rata penambangan bijih tahun ini ditargetkan 124 ribu ton per hari, lebih rendah dibandingkan realisasi 2025 yang mencapai 139 ribu ton per hari.

Dengan kapasitas yang belum sepenuhnya pulih, Freeport memperkirakan produksi logam sepanjang 2026 mencapai sekitar 800 juta pon tembaga dan 700 ribu ons emas, atau setara 21 ton emas.

Meski masih berada dalam masa pemulihan, proyeksi tersebut menunjukkan optimisme Freeport terhadap kembalinya kapasitas produksi tambang Grasberg sebagai salah satu tambang emas dan tembaga terbesar di dunia.

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru