Selasa, 27 Januari 2026

Maluku Miliki Nilai Historis dengan Uni Eropa di Bidang Rempah-rempah dan Pariwisata


 Maluku Miliki Nilai Historis dengan Uni Eropa di Bidang Rempah-rempah dan Pariwisata Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia Vincent Piket tampil sebagai pembicara pada virtual roadshow kunjungi Maluku. Hadir juga Anton Lailossa, Kepala BAPPEDA Maluku mewakili Gubernur Maluku, Murad Ismail. (Foto: Dokumentasi UE)

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Kepala BAPPEDA Maluku Anton Lailossa, mewakili Gubernur Maluku, Murad Ismail tampil sebagai pembicara pada Uni Eropa virtual roadshow kunjungi Maluku, Senin (14/2/2020) mengatakan Maluku memiliki nilai historis dengan Uni Eropa di bidang rempah-rempah dan pariwisata khususnya Negeri Belanda. Maluku kaya dengan rempah-rempah pala.

"Beberapa kendala seperti dulu ada isu toksin, pelan-pelan sudah dapat diatasi. Kendala lainnya adalah ekspor perdagangan saat ini belum bila langsung, sehingga masih harus melalui pelabuhan di Surabaya. Karena itu ke depannya, Maluku akan membuat hub internasional sehingga perdagangan dapat lancar dikirim langsung dari Maluku,"lanjut Anton Lailossa.

Dikatakan Lanjut Anton Lailossa, Maluku tertarik dan mendorong investasi yang lebih tinggi dari negara asing. "Salah satu upayanya adalah dengan mereformasi proses, deregulasi kebijakan, peraturan perundang-undangan, dan menyalurkan proses administrasi pada Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PSTP),"ungkapnya.

Sementara Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia Vincent Piket dalam kesempatan tersebut mengatakan EU sangat optimis bahwa hasil laut dan perikanan, serta kekayaan rempah-rempah Ambon, menjadi daya tarik dan potensi dagang besar dengan pasar Uni Eropa.

"Untuk itu, kita perlu memastikan sanitari dan fitosanitari bahan pangan dari Maluku yang diekspor ke EU. Begitu pula dengan potensi pariwisata Maluku yang berkelanjutan dan lingkungan hidup yang terpelihara baik,"tandasnya.

Lanjut Vincent Piket, saat ini EU-Indonesia sedang menegosiasikan kesepakatan CEPA. Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya menjangkau komunitas bisnis di seluruh Indonesia, yang menjadi komitmen CEPA. Kami melakukan roadshow semacam ini ke Sumatera, Jawa, dan sekarang ke Maluku, sebagai provinsi yang memiliki potensi perdagangan barang dan sumber daya alam yang sangat besar.

"Meski demikian ekspor Maluku ke benua Eropa masih belum seoptimal yang kita harapan, oleh karenanya roadshow ini diharapkan dapat membuka akses lebih luas,"tegasnya Vincent Piket .

Kata Vincent Piket, EU telah berhasil mendorong kemajuan yang mantap dan optimis dapat merampungkan negosiasi kerjasama CEPA dan bisa segera mengalirkan dukungan serta investasi EU di Indonesia, untuk dapat mendongkrak kesempatan kerja dan kesempatan dagang di/bersama Indonesia.

Bahkan sebelum pandemi, EU menyadari pentingnya untuk meningkatkan lingkungan yang kondusif untuk berinvestasi di Indonesia. Studi-studi yang ada menyatakan antara 2030-2032; CEPA diprediksi dapat pertumbuhan ekstra bagi Indonesia senilai 5 miliar Euro dari tahun ke tahun, meningkatkan GDP, dan ekspor Indonesia bisa meningkat hingga 18% . Ini berarti merestrukturisasi dan memperkuat perekonomian Indonesia. EU memberikan dukungan subsidi agar negara-negara anggota EU siap dengan penyediaan insentif di sektor-sektor yang sangat terdampak pandemi, untuk dapat mengembalikan daya beli konsumen dan mendorong perputaran ekonomi.

Editor : Patricia Aurelia

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Ekonomi Terbaru