Loading
Petani menjemur hasil panen tembakau di Temanggung. (Foto: Agus Siswanto)
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Ada trend yang terus bertahan di kalangan anak muda Temanggung, Jawa Tengah. Mereka kian menikmati ritual memilih racikan tembakau di kios-kios tembakau yang jumlahnya terus bertambah.
Mereka bangga dengan produk tembakau daerahnya. “Kalau mau merasakan kualitas tembakau nomor satu, ya datang saja ke Temanggung. Cuma di sini embakau kualitas nomor satu bisa didapat,” begitu ujaran anak-anak muda yang gemar melinting dengan campuran cengkeh dan terkadang tembakau srintil khas Temanggung yang terkenal di dunia itu.
Lalu ke mana, sisa tembakau yang dihasilkan?
“Tembakau kelas duanya dilempar ke luar daerah Temanggung dan dibeli untuk keperluan industri rokok,” ujar Basiran, pemuda yang ditemui di salah satu kios tembakau.
Kabupaten Temanggung memang merupakan salah satu sentra penghasil tembakau di Provinsi Jawa Tengah. Luas tanaman tembakau di kawasan itu sekitar 14.000 hektare. Kabupaten tersebut juga dikenal sebagai penghasil srintil, tembakau yang kualitasnya diakui nomor satu di dunia.
Berbicara tentang trend tembakau linting, Agung Khabiburrohman, staf promosi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Temanggung mengatakan, tren-nya sudah terlihat sejak 2018-2019, dan kian marak saat pandemi Covid-19. Pada masa itu, banyak perokok aktif muda memilih beralih ke tembakau linting. Selain harga lebih terjangkau, mulai tumbuh kebanggaan terhadap tembakau lokal yang kualitasnya memang sudah diakui.
“Pada tahun-tahun itu, terjadi juga peralihan dari vape ke tembakau linting. Hingga kini, sebagian besar di antara mereka tetap bertahan, enggan beralih lagi,” papar Agung.
Alhasil dari tahun ke tahun, kios tembakau di Temanggung kian tumbuh subur. Di setiap kios, pembeli bisa mencoba bragam jenis tembakau, sebelum menentukan mana rasa yang paling cocok.