Selasa, 27 Januari 2026

Menjawab Kerinduan Lama Tenaga Dinkes Papua


 Menjawab Kerinduan Lama Tenaga Dinkes Papua Dirjen Penyediaan Perumahan Keme-PUPR, Ir. H. Khalawi AH, M.Sc.MM foto usai peletakkan batu pertama pembangunan perumahan bagi tenaga kesehatan pada lingkungan Dinas Kesehatan Provinsi Papua. (Istimewa)

PADA 27 Maret 2018, Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Ir. H. Khalawi AH, M.Sc.MM meletakkan batu pertama pembangunan perumahan bagi tenaga kesehatan pada lingkungan Dinas Kesehatan Provinsi Papua di Dusun Bombardir Kampung Holtekamp Distrik Muara Tami Kota Jayapura. Sekitar 250 lebih rumah bakal dibangun di tempat itu untuk memenuhi kebutuhan sekitar 300-an orang tenaga medis yang belum memiliki rumah.

Menurut Khalawi, lokasi seluas kurang lebih 5 hektar sangat cukup bagi pembangunan 250 unit rumah. Oleh karena itu, melihat prospek pembangunan permukiman di Distrik Muara Tami akan semakin meningkat setelah rampungnya jembatan Hamadi-Holtekamp nanti, ia meminta agar Dinas Kesehatan membuat perencanaan atau masterplan perumahan yang matang dan terintegrasi, dimana harus dilengkapi dengan fasilitas air bersih, sekolah, dan pasar.

“Saya sangat hargai kreasi dan perjuangan pak Aloysius (Kepala Dinas Kesehatan Papua—Red) yang mau perhatikan para pegawainya,” ujar Khalawi pada acara tersebut.

Kerinduan Lama

IMG-20180328-WA0057

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua drg. Aloysius Giyai, M.Kes. (Istimewa)

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua drg. Aloysius Giyai, M.Kes sangat berterima kasih kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, khususnya Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Ir. H. Khalawi AH, M.Sc.MM yang menyetujui usulan pembangunan perumahan tersebut. Ia juga berterima kasih kepada Kepala Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Penyedia Perumahan Provinsi Papua Malikidin Soltip, ST.SE.MM yang telah menggolkan usulan Dinkes Papua.

”Hari ini Bapak Khalawi adalah penyejuk bagi tenaga medis di Papua. Karena Bapak datang membawa harapan bagi kami untuk menyediakan rumah bagi tenaga medis. Karena hari ini sejarah baru ada kementerian yang datang kunjung atau dengarkan kami,” kata Aloysius dalam sambutannya.

Menurut Aloysius, sejak menjabat sebagai Direktur Rumah Sakit Abepura, ia memiliki keprihatinan dan kerinduan untuk membangun perumahan khusus bagi tenaga kesehatan. Data terakhir, kata Aloysius, dari 345 tenaga di Dinas Kesehatan Provinsi Papua, baru sekitar 40 orang yang memiliki rumah dinas.

“Kami mengajukan pembangunan fisik untuk tahun 2018 ini. Namun oleh Bappeda dicoret melalui Tim TAPD. Saya tetap bergumul dan tidak berkecil hati. Karena yang saya perjuangkan adalah teman-teman kesehatan, terutama tenaga dokter spesialis yang kita butuhkan tenaga mereka di Papua,” kata Aloysius.

Aloysius menjelaskan, pasca peletakkan batu pertama, tahun 2018 ini akan dilakukan penataan, yaitu penimbunan, drainase, AMDAL dan Ipal. Tahun 2019, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menjanjikan akan membangun 100 unit pertama, perumahan ini akan dipakai sebagai fasilitas PON XX Tahun 2020 di Papua.

“Nantinya perumahan ini akan diprioritaskan bagi para tenaga medis, dokter ahli yang sudah lama. Namun belum memiliki rumah dinas,” jelas Alo.

Dikawal Agar Sukses DibangunNiko Pae selaku perwakilan kepala suku pemilik tanah mengatakan pihaknya memberikan lahan seluas kurang lebih 5 hektar karena ia menyadari pentingnya fasilitas perumahan bagi penunjang kerja para tenaga kesehatan. Apalagi, kata Niko, sebuah rumah sakit milik Kota Jayapura juga sedang dibangun di Distrik Muara Tami.

“Pesan kami, bukan hanya untuk orang dinas, tapi juga untuk rakyat. Kami dari Dewan Adat Muara Tami berharap pembangunan ini bisa lancar dan kami siap mengawal dan menjaganya agar berjalan lancar,” ujar Niko.

Kepala Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Penyedia Perumahan Provinsi Papua Malikidin Soltip, ST.SE.MM mengatakan lokasi ini sejak 2017 sudah disiapkan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Papua bagi tenaga medis.

Oleh karena itu, ia berterima kasih kepada pihak Dirjen Penyediaan Perumahan dan para kepala suku pemilik tanah yang sudah bekerjasama bagi dimulai pembangunan perumahan tersebut.

Sementara itu, Anggota Komisi V DPR Papua yang membidangi kesehatan dan pendidikan, Nason Uty, SE mengapresiasi gebrakan yang dilakukan oleh Kepala Dinas Kesehatan Papua yang peduli pada para pegawainya. Ia juga berterima kasih kepada Kementerian PU dan Perumahan Rakyat yang siap membangun perumahan tersebut.

“Tenaga medis itu ujung tombak pelayanan kesehatan di Papua. Sudah sepantasnya mereka diberi fasilitas rumah yang sehat. Saya mengapresiasi kreasi dan kegigihan seorang Kepala Dinas Aloysius yang mau membantu para stafnya. Saya pikir ini contoh yang pertama dan bagus yang bisa ditiru oleh SKPD lain di Provinsi Papua,” kata Nasson. (Emanuel Dapa Loka)

 

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Feature Terbaru