Loading
Indonesia Tegaskan Perkuat Hutan Adat dan Perlindungan Satwa dalam Forum Global. (Antaranews/Antara/HO-Kemenhut RI)
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan komitmen Indonesia dalam melindungi keanekaragaman hayati dunia melalui penguatan hutan adat, perlindungan satwa liar, serta pemberantasan kejahatan satwa lintas negara. Komitmen tersebut disampaikan dalam pertemuan bersama Royal Foundation di London, Inggris, yang membahas berbagai inisiatif global di bidang konservasi dan perlindungan lingkungan.
Dalam keterangannya di Jakarta, Selasa, Raja Juli Antoni menyampaikan bahwa pengakuan hutan adat menjadi pilar utama dalam strategi konservasi nasional Indonesia. Kebijakan ini dinilai mampu memperkuat peran masyarakat adat dan komunitas lokal sebagai penjaga ekosistem sekaligus pelindung keanekaragaman hayati.
Menurutnya, pengakuan hutan adat bukan sekadar kebijakan administratif, tetapi langkah strategis untuk memberdayakan masyarakat adat sebagai garda terdepan dalam menjaga kelestarian hutan dan satwa liar. Indonesia menargetkan penetapan 1,4 juta hektare hutan adat, sebagaimana disampaikan dalam United for Wildlife Global Summit di Brasil pada November 2025.
Sepanjang 2025, pemerintah mencatat kemajuan signifikan dalam proses pengakuan hutan adat. Sejumlah unit hutan adat telah melalui tahapan konsolidasi, verifikasi, hingga penetapan hukum. Untuk menjaga kualitas dan kredibilitas proses tersebut, pemerintah menerbitkan pedoman bagi calon verifikator hutan adat serta melaksanakan program peningkatan kapasitas di berbagai daerah.
Selain penguatan hutan adat, Indonesia juga memprioritaskan pengurangan konflik antara manusia dan satwa liar. Salah satu fokus utama adalah konflik manusia dan gajah di Sumatra yang selama ini menjadi tantangan serius. Pemerintah telah menyusun peta jalan mitigasi konflik yang menargetkan 75 persen konflik dapat dikelola secara efektif dan risiko konflik berkurang hingga 75 persen pada 2030.
Dalam upaya menekan kejahatan satwa liar, Indonesia memperkuat patroli di habitat-habitat kritis, meningkatkan pengawasan di bandara dan pelabuhan, serta memulangkan satwa hasil perdagangan ilegal ke habitat alaminya. Langkah ini dilakukan untuk menekan perburuan dan perdagangan satwa liar lintas negara yang mengancam keberlangsungan spesies dilindungi.
Penegakan hukum, dilansir Antara, juga diperketat, termasuk melalui kerja sama dengan platform digital untuk mencegah perdagangan satwa liar secara daring. Pemerintah telah menandatangani nota kesepahaman dengan Asosiasi E-Commerce Indonesia guna mencegah perdagangan ilegal flora dan fauna dilindungi melalui sistem elektronik.
Kehadiran Menteri Kehutanan di London juga berkaitan dengan agenda kenegaraan. Raja Juli Antoni mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam Peusangan Elephant Conservation Initiative Breakfast Discussion bersama King Charles III pada 21 Januari 2026. Sebelumnya, ia turut menyambut kedatangan Presiden Prabowo di London dan mengikuti rapat terbatas bersama jajaran menteri secara daring.
Royal Foundation sendiri merupakan lembaga filantropi berbasis di Inggris yang didirikan oleh keluarga kerajaan. Lembaga ini aktif mendukung berbagai inisiatif global di bidang pelestarian lingkungan, aksi iklim, kesehatan mental, serta pemberdayaan masyarakat melalui kemitraan strategis yang berkelanjutan dan berdampak luas.