Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas Leonardo A. A. Teguh Sambodo dan GGGI Indonesia Country Representative Rowan Fraser dalam taklimat media di Jakarta, Selasa (2/6/2026). (ANTARA/HO-Kementerian PPN/Bappenas)
JAKARTA, ARAHKITA.COM – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) bersama Global Green Growth Institute (GGGI) menargetkan mobilisasi investasi hijau sebesar 2 miliar dolar AS hingga tahun 2030. Target tersebut akan diwujudkan melalui kemitraan baru bertajuk Green Indonesia Future Initiative (GIFT) yang dirancang untuk mempercepat transformasi ekonomi hijau di Indonesia.
Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas, Leonardo A. A. Teguh Sambodo, mengatakan bahwa GIFT menjadi wujud komitmen Indonesia dalam memastikan pembangunan tidak hanya berorientasi pada kebutuhan saat ini, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan bagi generasi mendatang.
Menurutnya, transformasi menuju ekonomi hijau kini bukan lagi sekadar pilihan kebijakan, melainkan kebutuhan strategis agar pertumbuhan ekonomi dapat berjalan beriringan dengan pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Transformasi ekonomi hijau bukanlah pilihan, melainkan kebutuhan untuk memastikan pembangunan Indonesia tetap mampu tumbuh sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya dalam taklimat media di Jakarta, Selasa (2/6/2026).
Kemitraan Berjalan Lebih dari Satu Dekade
Baca juga:
OJK: Perdagangan Karbon Kehutanan Buka Peluang Investasi Hijau, Indonesia Bidik Investor GlobalKerja sama antara Bappenas dan GGGI sebenarnya telah berlangsung sejak 2013 melalui program Green Growth Program (GGP). Program tersebut dijalankan dalam tiga fase, dengan periode terakhir berlangsung pada 2021–2025.
Selama lebih dari satu dekade pelaksanaannya, kemitraan ini telah memberikan berbagai capaian penting bagi agenda pembangunan berkelanjutan Indonesia. Berdasarkan hasil yang telah dihimpun, program tersebut diperkirakan berkontribusi pada pengurangan emisi hingga 183,54 juta ton setara CO₂ dan membantu menciptakan sekitar 271 ribu lapangan kerja hijau di berbagai sektor.
Tak hanya itu, program ini juga berhasil mendukung mobilisasi investasi ramah lingkungan dengan nilai mencapai sekitar 776,5 juta dolar AS, yang tersebar pada sektor energi, pembangunan perkotaan, perhutanan sosial, hingga ekonomi biru.
GIFT Jadi Babak Baru Transformasi Hijau Indonesia
Memasuki periode 2026–2030, Bappenas dan GGGI meluncurkan inisiatif baru bernama Green Indonesia Future Initiative (GIFT) yang dijadwalkan resmi diperkenalkan pada 4 Juni 2026.
Melalui program ini, kedua pihak membidik target investasi yang jauh lebih ambisius dibandingkan capaian sebelumnya. Fokus utama GIFT adalah mempercepat pengembangan proyek-proyek hijau yang layak investasi sekaligus memperluas akses Indonesia terhadap sumber pembiayaan internasional.
GIFT akan menjalankan tiga peran utama, yaitu mengembangkan model pembiayaan inovatif untuk proyek hijau di Indonesia, mendukung kementerian dan pemerintah daerah dalam penerapan kebijakan yang ramah lingkungan, serta membuka akses yang lebih luas terhadap pendanaan global.
Selain itu, program ini juga dirancang untuk memperkuat kapasitas para pembuat kebijakan agar perspektif pertumbuhan hijau dapat terintegrasi dalam proses pengambilan keputusan di berbagai sektor pembangunan.
Dorong Lapangan Kerja Hijau dan Ketahanan Energi
Perwakilan GGGI Indonesia, Rowan Fraser, menjelaskan bahwa GIFT diharapkan mampu meningkatkan ambisi iklim Indonesia sekaligus mengurangi risiko investasi yang selama ini menjadi tantangan dalam pengembangan proyek hijau.
“GIFT bertujuan untuk menghadirkan peluang guna meningkatkan ambisi iklim Indonesia sekaligus meminimalkan risiko investasi dan memperluas akses pembiayaan bagi inisiatif hijau yang layak didanai dan berdampak tinggi,” kata Fraser dikutip Antara.
Ke depan, inisiatif ini diharapkan mampu membuka lebih banyak peluang kerja hijau, memperkuat ketahanan energi nasional, serta memperluas penerapan ekonomi sirkular di berbagai sektor. Dengan dukungan investasi dari berbagai sumber pendanaan, GIFT diharapkan menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi hijau yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung target pembangunan berkelanjutan Indonesia.