Legenda Film Prancis Brigitte Bardot Wafat di Usia 91 Tahun


 Legenda Film Prancis Brigitte Bardot Wafat di Usia 91 Tahun Brigitte Bardot di tahun 1963 The GuardianNana ProductionsRex Features

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Brigitte Bardot, legenda layar lebar Prancis yang pernah menjadi simbol seks internasional, meninggal dunia pada usia 91 tahun. Kabar duka ini diumumkan oleh Yayasan Brigitte Bardot yang menyebut sang aktris wafat di kediamannya di La Madrague, Saint-Tropez, kawasan French Riviera.

Presiden Prancis Emmanuel Macron memimpin gelombang penghormatan nasional atas kepergian Bardot. Dalam unggahan media sosial, Macron menyebut Prancis kehilangan “legenda abad ini” dan menggambarkan Bardot sebagai sosok yang mewujudkan kehidupan bebas melalui film, suara, pesona, serta dedikasinya terhadap perlindungan hewan.

Menurut pernyataan yayasan, Bardot memilih meninggalkan karier gemilangnya di dunia hiburan untuk mendedikasikan hidupnya bagi kesejahteraan hewan. Penyebab kematiannya tidak diumumkan ke publik. Pada Oktober lalu, ia sempat menjalani perawatan medis yang disebut sebagai prosedur ringan oleh pihak kantornya.

Balai Kota Saint-Tropez turut menyampaikan duka, menyebut Bardot sebagai duta paling bersinar yang membantu mengangkat nama kota tersebut ke panggung dunia. Saint-Tropez memiliki makna khusus dalam hidup Bardot, termasuk sebagai lokasi film And God Created Woman yang melambungkan namanya secara internasional.

Brigitte Bardot, dilansir The Guardian, mencapai ketenaran global pada 1956 melalui film And God Created Woman karya Roger Vadim, suaminya saat itu. Perannya sebagai perempuan muda yang bebas dan tak terkekang menjadikannya simbol arketipe perempuan penggoda era pascaperang. Selama dua dekade, ia mendominasi layar lebar Prancis dan internasional, membintangi film-film penting seperti The Truth, Contempt, Very Private Affair, Viva Maria!, dan Shalako.

Selain berakting, Bardot juga menekuni dunia musik. Ia sempat merekam versi asli lagu Je T’Aime… Moi Non Plus karya Serge Gainsbourg, meski rekaman tersebut tidak dirilis saat itu karena kekhawatiran skandal. Lagu tersebut kemudian terkenal luas setelah dinyanyikan Gainsbourg bersama Jane Birkin.

Di puncak popularitasnya, Bardot justru merasa tertekan oleh ketenaran. Ia menyatakan tidak pernah benar-benar siap menjalani kehidupan sebagai bintang film. Pada 1973, di usia 39 tahun, Bardot resmi pensiun dari dunia akting dan mengalihkan perhatiannya pada aktivisme kesejahteraan hewan.

Dedikasinya di bidang tersebut terwujud melalui pendirian Yayasan Brigitte Bardot pada 1986. Ia aktif mengampanyekan perlindungan hewan di berbagai negara dan kerap melayangkan surat protes kepada para pemimpin dunia terkait isu pembantaian dan eksploitasi hewan.

Namun, fase akhir kehidupan Bardot juga diwarnai kontroversi. Pandangan politiknya yang condong ke sayap kanan ekstrem serta pernyataannya mengenai imigrasi, Islam, dan minoritas seksual membuatnya beberapa kali dijatuhi hukuman denda oleh pengadilan Prancis atas tuduhan hasutan kebencian rasial antara 1997 hingga 2008.

Meski demikian, tokoh-tokoh politik sayap kanan di Prancis dan Eropa tetap memberikan penghormatan. Marine Le Pen dan Jordan Bardella dari National Rally memuji Bardot sebagai sosok patriotik dan simbol keberanian. Penghormatan serupa datang dari Italia, termasuk dari Wakil Perdana Menteri Matteo Salvini, yang menyebutnya sebagai perempuan bebas dan nonkonformis.

Lahir di Paris pada 1934 dari keluarga Katolik mapan, Bardot menempuh pendidikan balet di Konservatorium Paris sebelum beralih ke dunia modeling dan film. Ia menikah empat kali dan memiliki seorang putra, Nicolas, dari pernikahannya dengan Jacques Charrier.

Brigitte Bardot meninggalkan warisan kompleks sebagai ikon budaya, simbol kebebasan perempuan, aktivis hak hewan, sekaligus figur kontroversial dalam lanskap politik Prancis. Namanya akan terus dikenang sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah sinema Eropa abad ke-20.

Editor : Lintang Rowe

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Hiburan Terbaru