Bupati Sukoharjo Etik Suryani Ditangkap KPK, OTT 2026 Kini Sudah Capai 16 Kasus


 Bupati Sukoharjo Etik Suryani Ditangkap KPK, OTT 2026 Kini Sudah Capai 16 Kasus Penyerahan sebanyak 167 akta pendirian koperasi oleh Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, kepada perwakilan Koperasi Desa Merah Putih dari 12 kecamatan dalam seremoni resmi di Auditorium Menara Wijaya Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (1/7/2025). (ANTARA/HO-Bank Jateng)

JAKARTA, ARAHKITA.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Kali ini, Bupati Sukoharjo Etik Suryani diamankan dalam operasi yang digelar pada Jumat (10/7/2026).

Penangkapan tersebut menjadi OTT ke-16 yang dilakukan KPK sepanjang tahun 2026. Hingga kini, lembaga antirasuah masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap pihak-pihak yang diamankan untuk menentukan status hukum mereka.

"Benar," kata Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto saat dikonfirmasi awak media di Jakarta, Jumat (10/7/2026).

Sesuai ketentuan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), KPK memiliki waktu maksimal 1x24 jam sejak penangkapan untuk menentukan status hukum para pihak yang terjaring dalam OTT tersebut.

OTT KPK Sepanjang 2026 Terus Bertambah

Sepanjang tahun 2026, KPK tercatat terus melakukan operasi tangkap tangan di berbagai daerah maupun instansi pemerintah.

OTT pertama digelar pada 9–10 Januari 2026 dengan menangkap delapan orang terkait dugaan suap pemeriksaan pajak di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Jakarta Utara, Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan.

Masih pada Januari, KPK kemudian menangkap Wali Kota Madiun Maidi dalam OTT kedua, disusul Bupati Pati Sudewo dalam OTT ketiga.

Memasuki Februari 2026, KPK kembali bergerak dengan menangkap Kepala KPP Madya Banjarmasin dalam OTT keempat. Pada bulan yang sama, mantan Direktur Penindakan dan Penyidikan Ditjen Bea dan Cukai, Rizal, yang saat itu menjabat Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Sumatera Bagian Barat, juga diamankan dalam OTT kelima.

KPK juga melakukan OTT terhadap Ketua Pengadilan Negeri Depok I Wayan Eka Mariarta bersama Wakil Ketua PN Depok Bambang Setyawan, yang tercatat sebagai OTT keenam tahun ini dikutip Antara.

Sejumlah Kepala Daerah Turut Terjaring

Selama Maret 2026, KPK kembali menangkap tiga kepala daerah dalam operasi yang berbeda, yakni Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari, dan Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman.

Pada April 2026, giliran Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo yang ditangkap dalam OTT ke-10.

Sementara itu, sepanjang Mei 2026, KPK tidak melakukan operasi tangkap tangan.

Juni hingga Juli, OTT KPK Kembali Intensif

Memasuki Juni 2026, KPK kembali menggelar sejumlah OTT. Salah satunya terkait perkara yang membuat Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Silmy Karim menyerahkan diri.

Selanjutnya, KPK menangkap Bupati Muara Enim Edison dalam OTT ke-12. OTT ke-13 menyasar seorang aparatur sipil negara (ASN) di Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI sebagai pengembangan perkara sebelumnya.

Operasi berikutnya membuat Bupati Kuantan Singingi Suhardiman Amby menyerahkan diri dalam OTT ke-14.

Kemudian pada awal Juli 2026, KPK menangkap Bupati Langkat Syah Afandin atau Ondim dalam OTT ke-15.

Kini, dengan ditangkapnya Bupati Sukoharjo Etik Suryani, jumlah operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK sepanjang 2026 resmi mencapai 16 kali. Publik masih menunggu pengumuman resmi KPK terkait konstruksi perkara serta pihak-pihak yang akan ditetapkan sebagai tersangka.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Hukum & Kriminalitas Terbaru