Selasa, 13 Oktober 2026

PBB Desak Israel dan Iran Hentikan Serangan: Saatnya Diplomasi Gantikan Eskalasi


 PBB Desak Israel dan Iran Hentikan Serangan: Saatnya Diplomasi Gantikan Eskalasi Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres. ANTARAAnadolu

WASHINGTON, ARAHKITA.COM - Ketegangan di Timur Tengah kembali memuncak. Menanggapi kondisi tersebut, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyerukan penghentian kekerasan antara Israel dan Iran, serta mendesak kedua negara untuk memilih jalur diplomasi.

“Serangan Israel terhadap fasilitas nuklir Iran dan respons rudal balasan ke Tel Aviv tidak boleh berlanjut. Cukup sudah eskalasi ini. Saatnya perdamaian dan diplomasi mengambil peran,” tulis Guterres melalui akun resminya di platform X.

Sikap tegas juga disampaikan oleh Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Politik dan Pembangunan Perdamaian, Rosemary DiCarlo. Dalam pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB, ia menekankan bahwa konflik ini tidak hanya berdampak pada dua negara, tetapi berpotensi mengguncang stabilitas kawasan dan dunia.

“Akibat dari serangan ini telah dirasakan secara luas. Beberapa negara tetangga bahkan menutup wilayah udaranya dan meningkatkan kesiagaan militer,” ujar DiCarlo.

Ia juga mengingatkan bahwa setiap negara anggota PBB berkewajiban mematuhi hukum internasional dan Piagam PBB, termasuk larangan penggunaan kekuatan yang mengancam integritas teritorial negara lain.

“Kita harus mencegah krisis ini berkembang menjadi konflik besar yang membawa dampak global,” tegasnya dikutip dari Antara.

Konflik memanas sejak Jumat pagi, ketika Israel melancarkan operasi militer ke sejumlah fasilitas militer dan nuklir di Iran, yang dilaporkan menewaskan beberapa komandan militer dan ilmuwan penting negara tersebut. Serangan berlanjut hingga malam hari dan menghantam sejumlah kota besar, termasuk Teheran.

Sebagai respons, Iran meluncurkan Operasi True Promise III, yang menandai aksi balasan atas serangan tersebut.

Ketegangan yang terus meningkat ini membuat dunia internasional khawatir. Seruan PBB menjadi pengingat bahwa jalan kekerasan tidak akan pernah membawa solusi jangka panjang. Diplomasi tetap menjadi kunci untuk menjaga perdamaian di kawasan dan dunia.

Editor : Farida Denura

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru