Loading
Prancis Sebut Tak Ada Bukti Kuat Serangan Drone ke Kediaman Putin. (Pixabay)
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Lingkaran dekat Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan tidak ditemukan bukti kuat yang menunjukkan adanya serangan pesawat nirawak atau drone ke kediaman Presiden Rusia Vladimir Putin yang dituduhkan dilakukan oleh Ukraina.
Sumber di Istana Elysee mengungkapkan bahwa informasi yang disampaikan otoritas Rusia terkait insiden tersebut dinilai tidak konsisten. Perbedaan keterangan mencakup jumlah drone yang digunakan hingga wilayah yang disebut menjadi sasaran serangan.
Menurut sumber tersebut, hingga kini tidak ada bukti kredibel yang dapat menguatkan tuduhan serius yang dilontarkan Moskow. Pernyataan itu disampaikan kepada media Prancis BFMTV pada Selasa (30/12), seraya menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan verifikasi silang informasi bersama mitra internasional.
Pernyataan dari Prancis ini muncul setelah Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov pada Senin sebelumnya menyebut Ukraina melancarkan serangan menggunakan 91 drone ke kediaman resmi Presiden Putin di wilayah Novgorod pada malam 29 Desember.
Lavrov mengklaim seluruh drone berhasil dihancurkan oleh sistem pertahanan Rusia dan menegaskan tidak ada korban jiwa maupun kerusakan akibat puing-puing pesawat nirawak tersebut.
Sementara itu, dilansir Antara, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy membantah keras tudingan Rusia. Ia menyatakan klaim tersebut justru merusak berbagai capaian dalam upaya diplomatik yang tengah dibangun bersama Amerika Serikat.
Zelenskyy juga menilai tuduhan itu digunakan Rusia sebagai dalih untuk membenarkan rencana pelancaran serangan militer baru terhadap Ukraina.