Loading
Trump Klaim Xi Jinping tak Akan Ambil Taiwan Selama Ia Menjabat Presiden AS Wh
JAKARTA, ARAHKITA.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali meningkatkan retorikanya terkait rencana Amerika Serikat untuk mengambil alih Greenland. Dalam pertemuan dengan para eksekutif industri minyak dan gas di Gedung Putih, Trump menyatakan bahwa AS akan bertindak di Greenland “suka atau tidak suka” demi kepentingan keamanan nasional.
Trump beralasan bahwa jika Amerika Serikat tidak bertindak, wilayah Arktik yang berada di bawah kedaulatan Denmark tersebut berpotensi dikuasai oleh Rusia atau China. Menurutnya, kehadiran dua negara itu di Greenland akan menimbulkan ancaman strategis bagi AS.
“Jika kita tidak melakukannya, Rusia atau China akan mengambil alih Greenland. Dan kita tidak akan memiliki Rusia atau China sebagai tetangga,” ujar Trump seperti dilansir The Guardian.
Ia menambahkan bahwa Amerika Serikat akan mengambil langkah, baik melalui cara damai maupun cara yang lebih sulit jika diperlukan.
Pernyataan ini memperuncing ketegangan antara Washington dan sekutu NATO-nya, khususnya Denmark. Pemerintah Denmark dan otoritas Greenland kembali menegaskan penolakan terhadap wacana akuisisi tersebut, dengan menekankan bahwa masa depan Greenland sepenuhnya ditentukan oleh rakyatnya sendiri.
Meski demikian, Trump tetap bersikeras bahwa kehadiran Amerika Serikat di Greenland merupakan kebutuhan strategis. Ia bahkan mengklaim bahwa tanpa perannya, NATO tidak akan bertahan seperti saat ini, seraya menegaskan komitmennya terhadap aliansi tersebut.
Isu Greenland kembali mencuat setelah pemerintahan Trump mengambil langkah-langkah agresif di panggung internasional, termasuk operasi militer AS di Venezuela yang menuai kecaman luas dari berbagai negara. Langkah tersebut dinilai mencerminkan sikap Gedung Putih yang semakin berani dalam menggunakan kekuatan demi kepentingan geopolitik.
Survei terbaru menunjukkan mayoritas warga Greenland menolak menjadi bagian dari Amerika Serikat. Jajak pendapat pada 2025 mencatat sekitar 85 persen penduduk menentang gagasan tersebut, sementara dukungan publik di Amerika Serikat terhadap opsi intervensi militer juga tergolong sangat rendah.
Selain Greenland, Trump juga mengeluarkan peringatan keras kepada Iran. Ia menyatakan Amerika Serikat siap bertindak jika otoritas Iran menggunakan kekerasan terhadap demonstran di tengah gelombang protes yang terus berlangsung. Trump menegaskan bahwa AS akan merespons dengan keras apabila terjadi tindakan represif terhadap warga sipil.