Senin, 26 Januari 2026

Denmark Siagakan Pasukan di Greenland, Antisipasi Skenario Terburuk Serangan AS


 Denmark Siagakan Pasukan di Greenland, Antisipasi Skenario Terburuk Serangan AS Ilustrasi Greenland, Denmark. /ANTARA/Anadolu/py (Anadolu/Antaranews)

LONDON, ARAHKITA.COM — Denmark disebut sempat menempatkan militernya dalam kondisi siaga di Greenland, menyusul kekhawatiran akan kemungkinan serangan dari Amerika Serikat (AS). Informasi ini dilaporkan lembaga penyiaran publik Denmark, DR, pada Jumat (23/1/2026).

Menurut laporan tersebut, perintah siaga dikeluarkan sekitar sepekan sebelumnya. Dalam skenario terburuk, pasukan Denmark diminta menyiapkan perlengkapan tempur lengkap, termasuk membawa amunisi aktif menuju Nuuk, ibu kota Greenland. DR menyebut instruksi itu mengacu pada informasi dari sejumlah sumber politik di pusat pemerintahan.

Kesiapsiagaan itu, lanjut laporan DR, berlangsung hingga Presiden AS Donald Trump akhirnya mengurungkan opsi penggunaan kekuatan terhadap Greenland. Keputusan itu disebut muncul setelah Trump bertemu Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte di sela-sela Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss, pada Rabu (21/1/2026).

DR juga menulis bahwa dukungan untuk melawan jika terjadi serangan AS cukup kuat di Denmark. Tidak hanya dari pemerintah yang berkuasa, tetapi juga dari banyak partai oposisi yang menyatakan sikap serupa.

Dalam beberapa waktu terakhir, Trump kembali menunjukkan ketertarikan pada Greenland. Pulau besar di kawasan Arktik itu dianggap strategis—bukan hanya karena posisinya penting secara geopolitik, tetapi juga karena potensi kekayaan mineral. Selain itu, meningkatnya pengaruh Rusia dan China di wilayah Arktik turut memperbesar perhatian Washington dikutip Antara.

Namun, Denmark dan otoritas Greenland telah berulang kali menolak wacana penjualan wilayah tersebut. Mereka menegaskan Greenland bukan komoditas, serta tetap berada dalam kerangka kedaulatan Denmark.

Setelah bertemu Mark Rutte, Trump menyampaikan bahwa kerangka kerja menuju kemungkinan kesepakatan terkait Greenland dan Arktik yang lebih luas disebut telah disepakati. Dalam kesempatan itu, Trump juga menarik kembali ancaman pengenaan tarif terhadap negara-negara Eropa yang menentang upaya akuisisi Greenland.

Editor : M. Khairul

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

Internasional Terbaru